MENU
Gerakan Green Islam
WA FB
Religi

Gerakan Green Islam

G Editor : Gunawan Purba | 21 Nov 2025 | 06:30 WIB
Gerakan Green Islam
Doni Arief MA

Oleh Doni Arief MA (Dosen STAI Samora)

Gerakan Green Islam sering disebut Eco Islam atau Islam Hijau, merupakan sebuah pendekatan religius yang menggabungkan ajaran Islam dengan gerakan pelestarian lingkungan.

Pada dasarnya, gerakan ini berangkat dari keyakinan bahwa menjaga alam bukan sekadar aktivitas sosial atau ekologis. Tetapi bagian dari ibadah dan manifestasi peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Dalam perspektif ini, energi spiritual dan nilai-nilai Islam dijadikan landasan etika lingkungan yang mendorong umat untuk merespons persoalan ekologis seperti perubahan iklim, polusi, dan kerusakan alam.

Warna hijau yang sangat disukai oleh Nabi Muhammad SAW kemudian menjadi simbol harapan, kehidupan, dan komitmen ekologis umat Islam.

Ajaran Islam menyediakan dasar teologis yang kuat tentang hubungan manusia dan alam. Al-Qur’an berulang kali mengingatkan manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga keberlangsungan bumi, sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqarah: 30:

"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.”

Ayat ini menegaskan bahwa manusia bukan penguasa yang bebas mengeksploitasi, melainkan pengelola yang memikul amanah.

Larangan berlebihan dan merusak lingkungan juga ditegaskan dalam firman Allah pada Q.S. Al-A’raf: 31: "Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebih-lebihan.”

Senada dengan itu, Q.S. Ar-Rum: 41 mengingatkan, bahwa kerusakan di darat dan laut adalah akibat perbuatan manusia sendiri.

Bahkan, keseimbangan ekologis atau mizan digarisbawahi dalam Q.S. Ar-Rahman: 7–8 agar manusia tidak merusak harmoni alam.

Hadis Nabi pun mendukung etika keberlanjutan ini. Dalam riwayat Imam Muslim terdapat sabda: “Jika kiamat tiba dan di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, maka tanamlah.”

Hadis itu menggambarkan bahwa menanam dan merawat lingkungan adalah amal yang bernilai meski di tengah situasi yang tampaknya tidak lagi menyisakan harapan.

Dalam perkembangan modern, Green Islam muncul sebagai respons terhadap dampak industrialisasi, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya alam yang semakin parah.

Negara-negara dengan mayoritas Muslim seperti Indonesia, Malaysia, Iran, dan Turki menjadi pelopor munculnya gerakan ini sejak awal 2000-an.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.