MENU
Gubernur Kaltim Buka Suara Usai Demo Ricuh, Massa Kecewa Tak Ditemui
WA FB
Nasional

Gubernur Kaltim Buka Suara Usai Demo Ricuh, Massa Kecewa Tak Ditemui

J Editor : Jansen Siahaan | 22 Apr 2026 | 15:26 WIB
Gubernur Kaltim Buka Suara Usai Demo Ricuh, Massa Kecewa Tak Ditemui
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. (antara)

Jakarta, Sinata.id – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya buka suara terkait aksi demonstrasi yang terjadi di depan kantor gubernur hingga berujung ricuh pada Selasa (21/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam keterangannya, Rudy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk mahasiswa, masyarakat, serta aparat TNI dan Polri yang menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, masyarakat, serta TNI dan Polri yang telah menjaga situasi tetap aman hingga penyampaian aspirasi selesai,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia juga berharap masyarakat terus memberikan masukan dan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadi mata dan telinga dalam melakukan evaluasi serta perbaikan kinerja pemerintah,” katanya.

Rudy menegaskan bahwa setiap kritik yang disampaikan memiliki arti penting bagi pemerintah daerah. Ia berjanji akan meningkatkan koordinasi, akselerasi, dan kolaborasi dalam memperbaiki kinerja ke depan.

Sementara itu, aksi demonstrasi yang diikuti sekitar 4.000 orang tersebut diwarnai kekecewaan karena gubernur tidak menemui massa, meski disebut berada di dalam kantor.

Sejak siang, massa yang bergerak dari DPRD Kalimantan Timur menggelar aksi damai dengan menyampaikan orasi. Namun, hingga sore hari tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui mereka.

Salah satu peserta aksi, Ray (22), mengaku kekecewaan memicu meningkatnya emosi massa.

“Kami sudah menunggu lama, bahkan mendengar beliau ada di dalam, tetapi tidak ada yang menemui. Itu yang membuat suasana menjadi panas,” ujarnya.

Aksi Berujung Ricuh

Menjelang malam, situasi mulai tidak terkendali. Aparat kepolisian akhirnya membubarkan massa menggunakan water cannon sekitar pukul 18.30 WITA.

Kericuhan sempat terjadi dengan aksi saling dorong dan lempar antara massa dan petugas. Puncak ketegangan berlangsung sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WITA sebelum akhirnya massa berhasil dipukul mundur dan situasi berangsur kondusif.

Aksi demonstrasi tersebut diinisiasi oleh gabungan mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka mendesak DPRD Kalimantan Timur menggunakan hak angket dan interpelasi.

Salah satu tuntutan utama adalah mempertanyakan penggunaan anggaran daerah sekitar Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur, yang dinilai tidak tepat di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.