Jakarta, Sinata.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 membawa kabar baik bagi para guru.
Pemerintah menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan nasional, salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Dalam bagian amanatnya yang diakses Jumat (1/5/2026), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menempatkan guru sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan.
Tak hanya dituntut profesional, para guru kini juga didorong lebih sejahtera agar mampu menjalankan peran sebagai agen pembelajaran dan pembentuk karakter bangsa.
Kabar paling mencolok datang dari program peningkatan kesejahteraan.
Pemerintah menyiapkan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana (S1).
Pada 2026, program ini ditargetkan menjangkau hingga 150.000 guru di seluruh Indonesia.
Tak berhenti di situ, tunjangan sertifikasi guru kini juga dibayarkan langsung setiap bulan.
Guru honorer pun turut mendapat perhatian melalui pemberian insentif rutin sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan mereka.
Selain kesejahteraan guru, pemerintah juga mengusung pendekatan baru dalam pembelajaran melalui konsep Deep Learning.
Program ini menjadi prioritas utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pendekatan ini menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan, sekaligus mendorong pembentukan karakter siswa secara utuh.
Nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara—asah, asih, dan asuh—kembali ditegaskan sebagai fondasi dalam membangun generasi yang cerdas dan berakhlak.
Untuk mempercepat transformasi, pemerintah menjalankan lima strategi utama.
Revitalisasi dan digitalisasi sekolah menjadi langkah awal, dengan lebih dari 16 ribu satuan pendidikan telah diperbaiki dan ratusan ribu sekolah kini dilengkapi perangkat digital.
Di sisi lain, penguatan karakter siswa juga terus digencarkan melalui berbagai program, mulai dari budaya sekolah yang aman dan nyaman hingga kegiatan pembentukan kepemimpinan.
Pemerintah juga memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan berbasis STEM, serta menghadirkan Tes Kemampuan Akademik sebagai alat ukur capaian pendidikan.
Sementara itu, akses pendidikan diperluas agar lebih inklusif melalui sekolah terbuka, pendidikan jarak jauh, hingga layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
Seluruh kebijakan ini disebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.