Perjalanan berlanjut ke Kota Hangzhou, di mana peserta mengunjungi kawasan budaya Hefang Street untuk mempelajari pemanfaatan lingkungan dan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai manajemen mutu pendidikan, pengembangan perguruan tinggi vokasi, serta pendidikan kewirausahaan. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan kunjungan ke Zhejiang Financial College guna melihat penerapan kerja sama antara lembaga pendidikan dan dunia industri.
Laila menilai pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat untuk membentuk generasi yang kreatif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang kerja.
Di akhir program, peserta mengunjungi San Guan Liu Heritage Study Centre dan Belt and Road International School untuk mempelajari pelestarian budaya serta strategi internasionalisasi pendidikan.
Menurut Laila, pengalaman mengikuti pelatihan di China memberikan banyak pelajaran berharga mengenai pengembangan pendidikan modern yang berpadu dengan pelestarian budaya dan penguatan kompetensi global.
“Pendidikan masa depan membutuhkan kemampuan berkolaborasi secara internasional, penguasaan teknologi, komunikasi global, dan adaptasi terhadap berbagai budaya. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujarnya.
Ia juga menilai kemajuan China di bidang infrastruktur dan pendidikan menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tingkat global. (A18)
Sumber: Kemenag
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.