MENU
Guru PPPK SMPN 3 Pandan Tapteng Diduga Jalin Hubungan dengan Mantan Si...
WA FB
Trending

Guru PPPK SMPN 3 Pandan Tapteng Diduga Jalin Hubungan dengan Mantan Siswa

J Editor : Jansen Siahaan | 10 Jun 2026 | 08:45 WIB
Guru PPPK SMPN 3 Pandan Tapteng Diduga Jalin Hubungan dengan Mantan Siswa
SMP Negeri 3 Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. (sinata)

Tapanuli Tengah, Sinata.id – Dugaan hubungan antara seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial JS dengan seorang mantan siswa berinisial TN menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Kasus tersebut disebut telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Tapteng sekitar satu bulan lalu. Namun hingga kini, pihak sekolah mengaku masih menunggu tindak lanjut terkait pemeriksaan dan penegakan disiplin terhadap yang bersangkutan.

Kepala SMP Negeri 3 Pandan, Rosnauli Sibuea, mengatakan pihak sekolah telah mengetahui adanya dugaan kedekatan antara JS dan TN sejak beberapa bulan terakhir.

“Pihak sekolah telah melakukan berbagai langkah pembinaan dan mediasi terkait persoalan tersebut. Saat ini kami masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Pendidikan,” ujar Rosnauli kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Menurut Rosnauli, dugaan hubungan tersebut sempat menjadi perhatian warga setempat dan pernah dimediasi oleh pemerintah desa bersama pihak sekolah.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak sekolah telah memberikan surat peringatan kepada JS serta melakukan mediasi sebanyak tiga kali.

Sekolah Tunggu Respons Dinas Pendidikan

Rosnauli menjelaskan bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) telah dikirimkan kepada Disdik Tapteng sekitar satu bulan lalu.

“Surat BAP sudah kami kirim. Biasanya setelah itu ada proses verifikasi dan pemanggilan. Sampai saat ini kami masih menunggu respons dari Dinas Pendidikan,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah juga membuat surat pernyataan sebagai bagian dari proses pembinaan internal setelah adanya permintaan dari keluarga yang bersangkutan.

Kepala Desa Benarkan Adanya Mediasi

Kepala Desa Sitio-Tio Hilir, Maryono Pasaribu, membenarkan adanya mediasi yang dilakukan setelah menerima laporan dari warga terkait dugaan kedekatan antara JS dan TN.

Menurutnya, saat itu pemerintah desa turun langsung untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

“Saat menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan mediasi bersama pihak terkait agar situasi tetap terkendali,” ujar Maryono.

Dalam mediasi tersebut, berbagai langkah penyelesaian sempat dibahas. Namun seluruh pihak mempertimbangkan masa depan TN yang saat itu masih berstatus pelajar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.