“Kami senang tinggal di huntara ini, jauh lebih baik dari tenda pengungsian. Tapi yang paling kami butuhkan sekarang adalah pekerjaan,” kata Lensi Rambe, salah seorang warga.
Tokoh masyarakat Desa Napa, Ali Sutan Pasaribu, menilai pendekatan pemerintah kali ini lebih memberi harapan karena tidak hanya fokus pada bantuan sesaat.
“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang memang bukan hanya bantuan, tetapi jalan untuk kembali mandiri,” ujarnya.
Gus menyebut Huntara Napa sebagai salah satu hunian sementara terbaik karena telah dilengkapi aula, rumah ibadah, dan lapangan futsal. Namun, menurut dia, fasilitas fisik saja tidak cukup tanpa pemulihan ekonomi yang nyata.
“Rumah bisa dibangun cepat, tetapi memulihkan kehidupan warga membutuhkan kerja yang lebih panjang,” kata dia.
Bagi warga seperti Siti Kholija Siregar, penghuni Huntap Hapesong Baru, bantuan dan perhatian pemerintah menjadi penopang penting setelah usaha keluarga mereka terpukul akibat banjir.
“Setelah bencana, penghasilan kami turun drastis. Kami berharap ada usaha baru agar ekonomi bisa bangkit lagi,” ujarnya. (SN18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.