Untuk menggambarkan hal itu, ia menggunakan analogi sederhana yang langsung memancing perhatian publik.
“Kalau rumah pintunya rusak, yang perlu dibenerin pintunya apa rumahnya dirobohkan? Pintunya yang dibenerin, bukan rumahnya yang dirobohkan,” katanya.
Pernyataan tersebut kemudian ramai dibagikan di media sosial dan memicu diskusi baru mengenai efektivitas pelaksanaan MBG. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.