MENU
Hampir 800 Ribu Tiket Kereta Api Reguler Diserbu Pemudik
WA FB
Nasional

Hampir 800 Ribu Tiket Kereta Api Reguler Diserbu Pemudik

R Editor : Redaksi Sinata | 10 Feb 2026 | 19:16 WIB
Hampir 800 Ribu Tiket Kereta Api Reguler Diserbu Pemudik
Hampir 800 ribu tiket kereta api reguler untuk mudik Lebaran 2026 telah dipesan. KAI siapkan kereta tambahan, sistem tiket aman, nyaman, dan transparan. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Antusiasme masyarakat untuk mudik menggunakan kereta api pada Angkutan Lebaran 2026 terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat hingga Senin (9/2/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 793.681 tiket reguler sudah dipesan untuk jadwal keberangkatan 11–26 Maret 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan sistem penjualan bertahap H-45 memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menyusun rencana perjalanan sejak jauh hari sekaligus membantu mendistribusikan arus penumpang. “Melalui pengaturan ini, pelanggan dapat menyesuaikan waktu perjalanan dengan lebih leluasa, sekaligus membantu distribusi arus mudik agar tidak terkonsentrasi pada tanggal tertentu,” ujar Anne, Selasa (10/2/2026).

Berdasarkan data sementara, puncak pemesanan tiket terjadi pada 24 Maret 2026 dengan 67.859 tiket terjual, diikuti 23 Maret (67.043 tiket), 19 Maret (65.513 tiket), dan 18 Maret (63.300 tiket).

Dari sisi rute, berikut 10 jalur favorit sementara bagi pemudik:

  1. Gambir – Yogyakarta: 11.567 pelanggan

  2. Gambir – Semarang Tawang: 10.143 pelanggan

  3. Pasarsenen – Lempuyangan: 8.211 pelanggan

  4. Gambir – Purwokerto: 7.387 pelanggan

  5. Pasarsenen – Kutoarjo: 7.221 pelanggan

  6. Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi: 6.502 pelanggan

  7. Pasarsenen – Purwokerto: 6.482 pelanggan

  8. Gambir – Surabaya Pasar Turi: 6.273 pelanggan

  9. Gambir – Cirebon: 6.227 pelanggan

  10. Yogyakarta – Gambir: 6.220 pelanggan

Seiring meningkatnya permintaan, KAI menyiapkan kereta tambahan yang saat ini dalam tahap finalisasi operasional. Pemeriksaan sarana perkeretaapian, dari lokomotif hingga rangkaian kereta, terus dilakukan untuk memastikan keandalan layanan selama arus mudik dan balik.

Sistem penjualan tiket juga dijalankan secara transparan dan terkendali, dengan setiap tiket wajib terdaftar atas identitas asli penumpang. Teknologi face recognition dan pembatasan transaksi berbasis kode pemesanan diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan.

KAI juga mengatur pemesanan tiket rombongan dengan kuota maksimal 10 persen dari total kapasitas, prioritas utama diberikan untuk program mudik gratis pemerintah dan instansi terkait.

“Kami berupaya menjaga agar perjalanan mudik Lebaran berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Dengan perencanaan sejak dini, masyarakat dapat menikmati perjalanan Lebaran 2026 bersama kereta api dengan lebih tenang,” tegas Anne Purba. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.