MENU
Harga Beras Mulai Turun, Minyak Goreng Masih Bandel
WA FB
Berita

Harga Beras Mulai Turun, Minyak Goreng Masih Bandel

R Editor : Redaksi Sinata | 18 Oct 2025 | 16:41 WIB
Harga Beras Mulai Turun, Minyak Goreng Masih Bandel
Harga beras akhirnya mulai terkendali. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Bulog menunjukkan hasil positif. (Ilustrasi/Ist)

Sinata.id - Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Bulog menunjukkan hasil positif, dengan harga rata-rata nasional kini turun menjadi Rp12.432 per kilogram.

Harga beras SPHP mulai mereda, berdasarkan data Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Sabtu (18/10/2025) pukul 08.30 WIB, harga rata-rata beras SPHP kini turun 0,54 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional Rp12.500 per kilogram di tingkat konsumen.

Harga Beras Turun Serentak di Semua Zona

Tren penurunan harga ini terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia. Di zona 1, harga beras SPHP tercatat Rp12.160 per kilogram. Sementara zona 2 berada di angka Rp12.761 per kilogram, dan zona 3 sedikit lebih tinggi di Rp13.340 per kilogram. Semuanya kini berada di bawah ambang batas HET nasional.

Bulog menyebut penurunan harga ini tak lepas dari keberhasilan program SPHP yang gencar dilakukan di berbagai daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat, Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Oktober 2025 menunjukkan turunnya harga beras di 190 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Rata-rata penyaluran SPHP mencapai 40 sampai 50 ribu ton per bulan. Distribusinya didominasi pasar tradisional hingga 60 persen, sisanya terbagi di ritel modern dan program intervensi langsung, demikian diungkap Bulog dalam keterangan resminya.

Beras Premium Masih Mahal

Meski harga beras SPHP turun, beras premium justru menunjukkan tren sebaliknya. Secara nasional, harga beras premium di tingkat konsumen kini menembus Rp15.794 per kilogram, naik 6 persen dari HET nasional sebesar Rp14.900 per kilogram.

Rinciannya, di zona 1 harga premium berada di Rp15.285 per kilogram, zona 2 mencapai Rp16.234 per kilogram, dan zona 3 bahkan menembus Rp18.429 per kilogram. Kenaikan ini membuat jarak dengan HET kian lebar, mengingat batas harga di zona 3 seharusnya hanya Rp15.800 per kilogram.

Sementara itu, harga beras medium mulai menunjukkan sinyal penurunan di sejumlah wilayah. Namun secara rata-rata nasional, justru masih naik tipis menjadi Rp13.649 per kilogram atau 1,1 persen di atas HET nasional Rp12.500 per kilogram. Harga rata-rata di zona 1 tercatat Rp13.332 per kilogram, zona 2 Rp13.889 per kilogram, dan zona 3 menyentuh Rp15.707 per kilogram.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.