"Tanggal 11 April diambil dari pembuatan Laklak Simalungun tertua yang ditemui di Talang Tua Palembang. Pustaka itu menyebut ditulis pada Mudahani ni Poltak, bulan Sipaha Opat Hatohani atau 11 April Tahun Saka 608 atau 686 Masehi," jelas Bupati.
Sementara itu, angka tahun 1833 diambil sebagai dasar perhitungan usia daerah karena merupakan tahun terbentuknya Perserikatan Raja Maropat, fase kedua Kerajaan Simalungun yang memperbaharui ikatan Sisada Parmaluan Sisada Lungun dan mengganti nama Kesatuan Batak Timur Raya menjadi Simalungun. Hal ini telah tertuang kokoh dalam Peraturan Daerah Tingkat II Simalungun Tahun 1999.
"Dengan demikian, pada hari ini Sabtu tanggal 11 April 2026 kita memperingati Hari Jadi ke-193 Daerah Simalungun," tegasnya.
Bupati juga memaparkan rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Salah satu agenda utama adalah ziarah ke makam para Raja Marpitu yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Raya, Panei, Tanah Jawa, Purba, Silimakuta, Dolok Silou, hingga ke Makam Raja Sang Nauwaluh Damanik di Kabupaten Bengkalis, Riau.
"Puncak perayaan hari jadi kita rencanakan pada tanggal 18 April 2026 dengan panggung hiburan. Rangkaian kegiatan ini sebagian refleksi mendalam atas akar sejarah dan identitas budaya daerah Simalungun sekaligus menyusuri berbagai situs sejarah yang menjadi penanda kejayaan daerah pada masa lalu," ujarnya. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.