MENU
Hari Kartini 2026 di Taput: Perempuan Jadi Pilar Utama Keluarga dan Pe...
WA FB
Regional

Hari Kartini 2026 di Taput: Perempuan Jadi Pilar Utama Keluarga dan Pembangunan

J Editor : Jansen Siahaan | 28 Apr 2026 | 13:40 WIB
Hari Kartini 2026 di Taput: Perempuan Jadi Pilar Utama Keluarga dan Pembangunan
Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Tapanuli Utara. (diskominfotaput)

Tapanuli Utara, Sinata.id — Bupati Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, menghadiri puncak peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang digelar di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Selasa (28/4/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kartini Masa Kini Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menekankan penguatan hak perempuan serta perlindungan terhadap anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi simbolis di Menara Lonceng Tarutung berupa pelepasan balon bertuliskan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Ketua TP PKK Kabupaten Taput, Neny Angelina Purba, didampingi Staf Ahli TP PKK Lisa Deni Lumbantoruan, memimpin kegiatan jalan santai menuju lokasi acara sambil membagikan leaflet edukatif kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa perempuan, khususnya sosok ibu, merupakan fondasi utama keberhasilan sebuah keluarga.

Ia juga menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam pengambilan kebijakan. Menurutnya, perpaduan logika dan empati yang dimiliki perempuan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih berkeadilan.

“Hari Kartini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap perjuangan hak perempuan dan anak. Kami mendorong masyarakat, terutama orang tua, untuk berani melapor jika terjadi kekerasan. Jangan lagi menganggapnya sebagai aib, karena perlindungan hukum bagi korban adalah prioritas utama,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, mulai dari Dinas Sosial PPPA, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan, untuk berkolaborasi aktif dalam mencegah pernikahan dini serta menciptakan lingkungan yang ramah anak di sekolah maupun tempat kerja.

Senada dengan itu, Neny Angelina mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan.

“Peningkatan laporan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin baik. Kita tidak boleh diam, karena diam berarti membiarkan kekerasan terus terjadi,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial PPPA, Bontor Hutasoit, melaporkan bahwa peringatan Hari Kartini ke-147 juga diisi dengan berbagai kegiatan strategis, di antaranya penandatanganan komitmen pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penyerahan bantuan sosial permakanan bagi perempuan penyandang disabilitas, serta sosialisasi lintas sektor.

Sosialisasi tersebut mencakup strategi pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kebijakan Polres Tarutung dalam perlindungan perempuan dan anak, peran tokoh agama dalam menolak kekerasan, serta edukasi kesehatan terkait kanker serviks. Selain itu, digelar pula workshop merangkai bunga sebagai bentuk pemberdayaan kreativitas perempuan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.