MENU
Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Tidak Libur, Ini Penjelasannya
WA FB
Nasional

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Tidak Libur, Ini Penjelasannya

J Editor : Jansen Siahaan | 17 May 2026 | 14:34 WIB
Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Tidak Libur, Ini Penjelasannya
Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026. (idpngtree)

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah menetapkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada Rabu, 20 Mei 2026, bukan sebagai hari libur nasional.

Meski demikian, instansi pemerintah, sekolah, dan sejumlah lembaga tetap diwajibkan menggelar upacara bendera serta kegiatan bertema nasionalisme.

Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan diperkuat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Dengan ketetapan itu, aktivitas perkantoran, sekolah, dan pelayanan publik tetap berjalan normal pada 20 Mei 2026.

Meski bukan tanggal merah, berbagai kegiatan seremonial tetap akan digelar di sejumlah daerah, mulai dari upacara di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, seminar kebangsaan, hingga pertunjukan budaya yang mengangkat tema persatuan dan nasionalisme.

Di Kalimantan Timur, misalnya, sekitar seribuan seniman dan budayawan dijadwalkan berkumpul di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, untuk menggelar pagelaran seni dan dialog budaya bertema “Menuju Kaltim yang Lebih Baik, Beradat, Beradab, dan Berbudaya”.

Kegiatan tersebut diinisiasi Sanggar Seni Panji Keroan Koetai Bersatoe bersama sejumlah paguyuban seni daerah.

Pembina Sanggar Seni Panji Keroan Koetai Bersatoe, Awang Irwan Setiawan, mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan sebagai ajang membangkitkan kembali perhatian terhadap seni dan budaya lokal.

“Kami ingin menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum kebangkitan seni dan budaya Kalimantan Timur,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Pagelaran itu akan menampilkan berbagai kesenian tradisional dan modern seperti tari Jepen, tari perang, tarian Kenyah, reog, campursari, hingga pertunjukan tarsul. Acara juga melibatkan anak-anak TK, SD, hingga pelajar SMK.

Selain pertunjukan seni, panitia juga menggelar dialog budaya untuk menyampaikan aspirasi para pelaku seni kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya terkait minimnya ruang ekspresi dan dukungan anggaran bagi sektor kebudayaan.

Sementara itu, di ruang digital, peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga diramaikan dengan berbagai ucapan inspiratif dan pesan kebangsaan yang ramai dibagikan masyarakat melalui media sosial.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Harkitnas diperingati setiap 20 Mei untuk mengenang berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.