MENU
Hari Suci Siwaratri: Makna, Pantangan, dan Kisah Lubdaka Lengkap
WA FB
Nasional

Hari Suci Siwaratri: Makna, Pantangan, dan Kisah Lubdaka Lengkap

J Editor : Jansen Siahaan | 17 Jan 2026 | 10:36 WIB
Hari Suci Siwaratri: Makna, Pantangan, dan Kisah Lubdaka Lengkap
Ilustrasi Hari Raya Siwaratri. (unsplash)

3. Jagra (Tidak Tidur) Jagra berarti berjaga sepanjang malam Siwaratri. Hal ini melambangkan kewaspadaan dan kesadaran penuh terhadap diri sendiri. Dengan berjaga, umat Hindu dilatih untuk melawan kemalasan dan kelemahan batin. Ketiga brata ini saling melengkapi dalam membentuk kesadaran diri agar manusia tidak sepenuhnya terikat pada kehidupan duniawi dan mampu melepaskan diri dari sifat buruk.

Nilai-nilai Brata Siwaratri dinilai sangat relevan di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan dan godaan. Pengendalian diri, kesadaran batin, dan kemampuan menahan hasrat menjadi bekal penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Kisah Lubdaka dan Siwaratri Kisah Lubdaka bermula ketika ia pergi berburu ke tengah hutan. Namun hingga hari menjelang gelap, ia tak memperoleh hasil buruan. Malam itu, Lubdaka beristirahat di atas pohon bila di pinggir telaga.

Untuk berjaga agar tidak tertidur, ia memetik daun bila satu per satu dan menjatuhkannya ke bawah. Tanpa disadari, daun-daun tersebut mengenai lingga pemujaan Dewa Siwa. Lubdaka juga tidak mengetahui bahwa malam itu bertepatan dengan Hari Suci Siwaratri.

Pada malam itu, Lubdaka menyesali perbuatan buruk yang pernah dilakukannya dan bertekad meninggalkan profesi sebagai pemburu untuk menjadi petani. Setelah meninggal dunia, konon rohnya hendak dibawa ke neraka oleh pasukan Cikrabala. Namun, Dewa Siwa mencegahnya dan memberikan pembelaan atas pertobatan Lubdaka.

Akhirnya, roh Lubdaka dibawa ke Siwa Loka atau surga. Meski demikian, kisah ini juga memunculkan perdebatan karena dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan hukum karma.

Oleh karena itu, Hari Suci Siwaratri dipandang lebih tepat dimaknai sebagai momentum penyadaran diri dan perbaikan hidup berdasarkan ajaran dharma.

Waktu Pelaksanaan Siwaratri Hari Suci Siwaratri dirayakan setiap tahun menurut kalender Saka, tepatnya pada purwaning Tilem atau panglong ping 14 sasih kapitu. Dalam kalender Masehi, perayaan ini umumnya jatuh pada bulan Januari. Pada tahun 2026, Siwaratri diperingati pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Tata Cara dan Rangkaian Upacara Siwaratri Brata Siwaratri dilaksanakan sesuai kemampuan masing-masing individu dengan tiga pantangan utama, yaitu Mona Brata, Upawasa, dan Jagra. Rangkaian upacara Siwaratri meliputi maprayascita, persembahyangan kepada Sang Hyang Surya dan Sang Hyang Siwa, nunas tirta, masegeh, serta ditutup dengan dana punia atau sedekah. (A02)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.