Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
fondasi utama bagi seorang percaya untuk mengalami kehidupan rohani yang berkemenangan, berbuah, dan dipimpin oleh Allah. Rasa haus ini bukanlah sekadar emosi sesaat, melainkan sebuah kesadaran mendalam akan ketidakberdayaan diri sendiri tanpa penyertaan Tuhan.
Berikut adalah penjelasan mengenai sikap hati tersebut, didukung oleh Firman Tuhan:
1. Pengakuan akan Kekosongan Diri (Kemiskinan Rohani)
Sikap haus dan rindu dimulai ketika seseorang menyadari bahwa segala pencapaian, kekuatan, dan hikmat manusianya tidak mampu memuaskan jiwa atau melakukan kehendak Allah.
Matius 5:6 "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." Makna: Kata "lapar dan haus" di sini menggunakan metafora kebutuhan fisik yang paling mendasar untuk bertahan hidup. Hati yang rindu akan kepenuhan Roh Kudus memandang kehadiran-Nya sama mutlaknya seperti tubuh yang membutuhkan air dan makanan.
2. Kerinduan yang Mendalam dan Terus-Menerus (Sikap Menanti)
Kepenuhan Roh Kudus bukanlah pengalaman sekali jadi yang membuat kita "selesai," melainkan proses yang terjadi terus-menerus (continuous filling). Sikap hati yang benar adalah selalu rindu untuk "ditenggelamkan" lagi dan lagi dalam hadirat-Nya. Mazmur 42:2-3 "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup."
Makna: Rusa yang haus di padang gurun akan mencari air dengan taruhan nyawa. Begitulah gambaran hati yang haus akan Roh Kudus—ada urgensi dan fokus yang bulat hanya kepada Tuhan, bukan kepada berkat-Nya, melainkan kepada Pribadi-Nya.
3. Datang dan Percaya kepada Yesus sebagai Sumber Air Hidup
Rasa haus yang benar selalu mengarahkan kita kepada Yesus Kristus. Roh Kudus dicurahkan atas dasar karya keselamatan Yesus, dan Dialah yang membaptis serta memenuhi kita dengan Roh-Nya.
Yohanes 7:37-39 “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya...
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.