Dairi, Sinata.id — Anggota DPRD Kabupaten Dairi dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendra CP Tambunan, membantah adanya sikap resmi fraksi yang menolak kehadiran PT Dairi Prima Mineral (DPM).
Hendra menegaskan bahwa pernyataan penolakan yang disampaikan oleh salah satu anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan bukan merupakan keputusan resmi fraksi.
“Jika ada anggota Fraksi PDI Perjuangan yang menyatakan penolakan terhadap PT DPM, itu bukan sikap resmi fraksi. Belum pernah ada rapat fraksi yang membahas dan memutuskan penolakan tersebut. Saya juga telah mengonfirmasi kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Dairi, dan tidak pernah ada rapat yang memutuskan penolakan,” ujar Hendra saat dikonfirmasi di Sidikalang, Rabu (6/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Hendra sebagai tanggapan atas pernyataan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Dairi, Fitrianto Berampu, yang sebelumnya menyebut fraksinya menolak kehadiran PT DPM.
Fitrianto menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi adendum AMDAL PT DPM di Hotel Beristera, Sidikalang, Selasa (5/5/2026).
Dalam keterangannya, Fitrianto menyebut bahwa setiap fraksi di DPRD memiliki pandangan berbeda. Ia juga menyinggung arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait pentingnya menjaga lingkungan di tengah kondisi darurat ekologis.
“Dari situ kami menilai eksploitasi alam perlu dikaji kembali. Secara jujur, kami dari PDI Perjuangan menyatakan menolak kehadiran PT Dairi Prima Mineral, dan itu disebut sebagai hasil musyawarah daerah PDI Perjuangan Sumatera Utara,” kata Fitrianto.
Menanggapi hal tersebut, Hendra kembali menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mewakili keputusan resmi Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Dairi.
“Fraksi tidak pernah menggelar rapat maupun mengambil keputusan terkait penolakan itu,” tegasnya.
Hendra juga menjelaskan bahwa kehadiran DPRD dalam kegiatan sosialisasi adendum AMDAL seharusnya berada dalam konteks fungsi pengawasan, bukan untuk menyatakan sikap menerima atau menolak.
“Kita seharusnya mengawasi, mengevaluasi dokumen AMDAL, serta memberikan masukan untuk perbaikan jika ditemukan kekurangan,” ujarnya.
Secara pribadi, Hendra menyatakan mendukung kehadiran investor di Kabupaten Dairi. Menurutnya, investasi sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.