Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Hidup sebagai bentuk kemurahan (anugerah) Tuhan adalah salah satu fondasi iman yang sangat mendalam. Dalam perspektif teologis, hidup bukanlah hak yang bisa kita tuntut atau hasil usaha kita sendiri, melainkan pemberian yang cuma-cuma (anugerah) dari Pencipta.
Berikut adalah penjelasan mengapa hidup ini adalah kemurahan Tuhan, disertai dengan dasar-dasar Firman Tuhan:
1. Kehidupan Dimulai dari Nafas yang Tuhan Berikan
Manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri. Eksistensi kita di bumi ini murni karena kehendak dan inisiatif Tuhan. Dia yang merajut kita sejak dalam kandungan.
Firman Tuhan: "Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup."
Kejadian 2:7 "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib..." Mazmur 139:13-14a
Maknanya: Setiap tarikan nafas yang kita hirup hari ini adalah bukti langsung bahwa Tuhan masih mengizinkan roh dan jiwa kita tinggal di dalam tubuh ini. Hidup adalah titipan yang didasari oleh kasih-Nya.
2. Kita Hidup Bukan karena Kekuatan Sendiri, tapi karena Pemeliharaan-Nya Banyak orang berpikir bahwa mereka bertahan hidup karena makanan yang bergizi, olahraga, atau uang yang cukup. Namun, Firman Tuhan mengingatkan bahwa tanpa pemeliharaan Tuhan, semua usaha manusia akan sia-sia. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan agar kita tidak kuatir, karena Dia yang memelihara seluruh ciptaan.
Firman Tuhan: "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" Matius 6:26 "Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada..." Kisah Para Rasul 17:28a
Maknanya: Kemurahan Tuhan tidak hanya berhenti saat kita lahir, melainkan terus mengalir setiap hari melalui berkat kesehatan, kecukupan, dan perlindungan yang sering kali kita anggap remeh.
3. Kemurahan Tuhan Selalu Baru Setiap Pagi
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.