MENU
Hidup Tidak Mementingkan Diri Sendiri: Makna Kasih Kristen, Menyangkal...
WA FB
Religi

Hidup Tidak Mementingkan Diri Sendiri: Makna Kasih Kristen, Menyangkal Diri, dan Prioritas Kerajaan Allah

F Editor : Ferry SP Sinamo | 23 Feb 2026 | 10:41 WIB
Hidup Tidak Mementingkan Diri Sendiri: Makna Kasih Kristen, Menyangkal Diri, dan Prioritas Kerajaan Allah
Pdt. Manser Sagala, M.Th

Oleh: Pdt. Manser Sagala, M.Th.

Hidup tidak memikirkan diri sendiri adalah inti dari ajaran kasih dalam kekristenan. Hal ini bukan sekadar tentang bersikap “baik”, melainkan sebuah transformasi hati untuk meneladani pengorbanan Kristus yang radikal.

Berikut adalah penjelasan mengenai konsep tersebut berdasarkan Firman Tuhan:

1. Menjadikan Kristus sebagai Standar Utama

Dasar dari hidup yang tidak mementingkan diri sendiri adalah kenosis (pengosongan diri). Yesus tidak mempertahankan hak-hak-Nya sebagai Allah, melainkan memilih untuk melayani.

Filipi 2:3-5: “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia... Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

Maknanya: Kita dipanggil untuk mengalihkan fokus dari “Apa keuntungan bagiku?” menjadi “Bagaimana aku bisa menjadi berkat bagi sesama?”

2. Definisi Kasih yang Sesungguhnya

Dalam pandangan Alkitab, kasih bukanlah sekadar perasaan, melainkan tindakan pengorbanan. Tidak ada pengorbanan yang lebih besar daripada memberikan nyawa atau kepentingan pribadi demi orang lain.

Yohanes 15:13: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

1 Yohanes 3:16: “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”

3. Menyangkal Diri dan Memikul Salib

Yesus menegaskan bahwa syarat mengikut Dia adalah melepaskan ego. Berani berkorban berarti siap kehilangan kenyamanan, waktu, bahkan reputasi demi ketaatan kepada Tuhan.

Matius 16:24: “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’”

Maknanya: Menyangkal diri berarti berkata “tidak” pada keinginan daging yang egois dan berkata “ya” pada kehendak Allah.

4. Prioritas Kerajaan Allah di Atas Kepentingan Pribadi

Hidup yang tidak memikirkan diri sendiri juga berarti percaya sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan, sehingga kita tidak lagi sibuk mencemaskan kebutuhan kita sendiri secara berlebihan.

Matius 6:33: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

1 Korintus 10:24: “Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.