MENU
Himbara Gelontorkan Rp100 Triliun, Antisipasi Lonjakan Transaksi Natar...
WA FB
News

Himbara Gelontorkan Rp100 Triliun, Antisipasi Lonjakan Transaksi Nataru

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Dec 2025 | 16:33 WIB
Himbara Gelontorkan Rp100 Triliun, Antisipasi Lonjakan Transaksi Nataru
Himbara menyiapkan dana tunai hingga Rp100 triliun untuk mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat selama libur Nataru 2025-2026. (Ilustrasi)

Sinata.id - Menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jajaran bank milik negara bersiaga penuh. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyiapkan uang tunai hingga Rp100 triliun untuk memastikan transaksi masyarakat tetap lancar di tengah meningkatnya mobilitas, konsumsi, dan arus perjalanan akhir tahun.

Langkah antisipatif ini diambil agar kebutuhan penarikan tunai, pengisian ATM, hingga layanan di kantor cabang tetap terjaga selama periode libur panjang. Meski transaksi digital kian dominan, bank-bank pelat merah menilai uang tunai masih menjadi kebutuhan krusial, terutama di daerah tujuan mudik dan wisata.

Salah satu bank yang menyiapkan strategi khusus adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. BTN mengalokasikan dana tunai sebesar Rp19,67 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan seiring proyeksi Bank Indonesia yang melihat kebutuhan uang tunai nasional cenderung menurun.

Manajemen BTN menyebut tren transaksi non-tunai dan digital terus menguat, sehingga kebutuhan uang fisik tidak setinggi tahun lalu. Selain itu, absennya agenda besar seperti Pemilu—yang pada tahun sebelumnya mendorong permintaan kas—turut memengaruhi perhitungan kebutuhan likuiditas.

Dari total dana tersebut, BTN mengalokasikan sekitar 35 persen untuk pengisian mesin ATM di seluruh Indonesia, sementara sisanya disiapkan sebagai kas di jaringan kantor dan outlet layanan, termasuk Bale by BTN, guna mengantisipasi lonjakan transaksi langsung.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan dana tunai Rp15,49 triliun selama periode 21 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Dana ini difokuskan untuk menopang layanan di lebih dari seribu kantor cabang serta jaringan ATM dan CRM yang beroperasi 24 jam.

BSI menegaskan kesiapan jaringan layanan menjadi prioritas utama, terutama di masa libur panjang ketika kebutuhan transaksi tunai nasabah cenderung meningkat, meski aktivitas digital tetap mendominasi.

Dari kubu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, kebutuhan uang tunai bersih yang disiapkan mencapai Rp25 triliun. Dana ini dialokasikan untuk periode 33 hari, sejak awal Desember hingga awal Januari, guna mengantisipasi lonjakan transaksi menjelang dan setelah pergantian tahun.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.