Sebagian dana tersebut diprioritaskan untuk memastikan ribuan unit ATM dan CRM Bank Mandiri tetap terisi optimal di seluruh wilayah Indonesia, seiring prediksi peningkatan transaksi nasabah selama musim liburan.
Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menganggarkan Rp21 triliun untuk kebutuhan transaksi tunai masyarakat selama Nataru. Angka ini relatif sejalan dengan realisasi tahun sebelumnya, meski bank melihat percepatan digitalisasi mulai menekan kebutuhan uang fisik.
BRI menilai pertumbuhan penggunaan layanan digital banking yang signifikan membuat kebutuhan kas tidak lagi sebesar tahun-tahun sebelumnya. Namun, ketersediaan uang tunai tetap dijaga agar seluruh lapisan masyarakat dapat bertransaksi tanpa hambatan.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyiapkan dana tunai Rp19,51 triliun untuk periode 22 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Fokus utama BNI adalah penguatan likuiditas di ATM, CRM, serta kas di kantor cabang agar layanan tetap optimal sepanjang libur akhir tahun.
Dengan kesiapan dana tunai ratusan triliun rupiah dari Himbara, sistem perbankan nasional diharapkan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat selama Nataru. Di tengah derasnya arus digitalisasi, uang tunai masih memegang peran penting—terutama saat libur panjang yang memicu lonjakan transaksi di berbagai daerah. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.