Batu Bara, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara memanfaatkan momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan.
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, memimpin langsung kegiatan penanaman pohon dan aksi bersih pantai di kawasan Wisata Alam Pantai Datuk, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kamis (12/2/2026).
Sejak pagi, aparatur pemerintah, pelajar, komunitas peduli lingkungan, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat terlibat dalam kegiatan gotong royong. Rangkaian kegiatan meliputi penanaman pohon di sepanjang pesisir, pengumpulan sampah plastik, pembagian bibit tanaman, serta penyerahan peralatan kebersihan kepada pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.
Bupati Baharuddin menegaskan bahwa peringatan HPSN tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan wisata, merupakan tanggung jawab bersama.
“Penanaman pohon ini bukan sekadar simbol, melainkan investasi lingkungan untuk masa depan. Pohon-pohon yang ditanam akan membantu mencegah abrasi sekaligus menciptakan suasana pantai yang lebih teduh dan nyaman bagi pengunjung,” ujarnya.
Usai penanaman pohon, Bupati Baharuddin bersama peserta kegiatan menyusuri bibir pantai untuk memungut sampah yang berserakan. Sampah plastik dan berbagai limbah yang berpotensi mencemari laut dikumpulkan sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem pesisir.
Ketua Masyarakat Peduli Lingkungan (Mapel) Batu Bara, Ramadhan Zuhri, mengapresiasi langkah pemerintah daerah. Ia menilai Pantai Datuk memiliki potensi besar untuk kembali menjadi destinasi unggulan masyarakat.
“Pantai Datuk pernah menjadi kebanggaan Batu Bara. Dengan pengelolaan yang baik dan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, kami optimistis pantai ini dapat kembali diminati,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Baharuddin juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia yang sebelumnya disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul mengenai pentingnya gerakan masif menjaga kebersihan lingkungan. Kawasan wisata yang bersih, menurutnya, akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung serta meningkatkan daya tarik daerah.
Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.