MENU
Hutan Sumatera Menyusut Drastis, 1,4 Juta Hektare Hilang dalam Delapan...
WA FB
Nasional

Hutan Sumatera Menyusut Drastis, 1,4 Juta Hektare Hilang dalam Delapan Tahun

R Editor : Redaksi Sinata | 07 Dec 2025 | 21:07 WIB
Hutan Sumatera Menyusut Drastis, 1,4 Juta Hektare Hilang dalam Delapan Tahun
Kerusakan hutan di Sumatera kian mengkhawatirkan. Data WALHI mencatat 1,4 juta hektare hutan di Aceh, Sumut, dan Sumbar hilang sejak 2016–2024, memicu banjir bandang dan longsor. (Ilustrasi)

Dampaknya bukan sekadar pada tutupan hutan, melainkan juga pada fungsi ekologis secara keseluruhan.

Hutan yang rusak kehilangan kemampuannya mengatur tata air.

“Ketika tutupan hutan hilang, air hujan tidak lagi tertahan oleh sistem perakaran. Debit air langsung mengalir ke daerah aliran sungai,” jelas Uli.

WALHI Aceh bahkan menemukan sebagian besar daerah aliran sungai di provinsi tersebut dalam kondisi rusak berat akibat aktivitas pertambangan yang masif, termasuk pertambangan ilegal.

Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Barat.

“Kombinasinya lengkap, hutan rusak, DAS rusak, lalu datang hujan ekstrem. Pertahanan ekologi jebol, banjir bandang dan longsor pun terjadi, membawa material kayu dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Situasi ini menjadi peringatan serius bahwa bencana hidrometeorologi yang terus berulang di Sumatera bukan sekadar persoalan cuaca, melainkan konsekuensi dari perubahan bentang alam yang dibiarkan berlangsung selama bertahun-tahun. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.