MENU
Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
WA FB
News

Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

G Editor : Gunawan Purba | 10 Feb 2026 | 16:58 WIB
Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Jakarta, Sinata.id - Bayangan misi perdamaian Indonesia di Gaza kini semakin nyata. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah menyiapkan pasukan untuk kemungkinan dikirim ke wilayah yang terus bergolak tersebut, sebagai bagian dari Board of Peace, inisiatif perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan bahwa pengiriman pasukan ini bukan soal jumlah besar, melainkan efektivitas di lapangan. “Tidak perlu terlalu besar seperti yang 20 ribu itu. Teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran,” ujar Utut saat konferensi pers di Gedung Nusantara II, Senayan, Selasa (10/2/2026).

Rencana ini telah melalui pembahasan mendalam, termasuk pertemuan Presiden RI dengan mantan menteri luar negeri, tokoh, dan ilmuwan di Istana Negara pada 4 Februari lalu. Dalam kesempatan itu, Presiden menjelaskan filosofi misi, sekaligus memperhitungkan dinamika geopolitik terkini yang melingkupi konflik Gaza.

Bagi Utut, langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia. “Hampir semua partai, termasuk partai kami, menyetujui bahwa kemerdekaan Palestina adalah hak mereka,” tambahnya.

Namun, menurut Utut, dukungan Indonesia tidak hanya berhenti pada pengakuan kemerdekaan Palestina. Presiden menekankan pentingnya solusi dua negara (two-state solution) yang memungkinkan Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai.

“Ini titik kompromi paling realistis. Tidak bisa sebebas yang kita mau,” ujarnya.

Di sisi operasional, TNI telah siap menugaskan pasukan kapan pun diperlukan. Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, memastikan bahwa Mabes TNI dan Panglima TNI telah menyiapkan prajurit terpilih.

“Intinya, kita sudah siap, tinggal menunggu perintah dan koordinasi kapan diberangkatkan,” katanya.

Hal serupa ditegaskan Wakil Panglima TNI Angkatan Darat, Tandyo Budi Revita. Menurutnya, jumlah pasukan akan disesuaikan dengan kesepakatan internasional.

“TNI siap berapapun yang dibutuhkan. Saat ini masih dalam proses perundingan. Jumlah pasukan pasti menunggu keputusan akhir bulan ini,” ujarnya.

Untuk memastikan efektivitas misi, TNI akan menurunkan prajurit yang berpengalaman dalam operasi perdamaian, termasuk mereka yang pernah bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.