MENU
Indonesia Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza
WA FB
Nasional

Indonesia Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

T Editor : Tumpal Pandapotan | 18 Mar 2026 | 15:29 WIB
Indonesia Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza
Pasukan perdamaian RI

Jakarta, Sinata.id - Pemerintah Indonesia menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Jalur Gaza dan menghentikan sementara seluruh pembahasan terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri RI melalui juru bicaranya, Nabyl A Mulachela, menyatakan keputusan tersebut berlaku hingga ada perkembangan situasi yang memungkinkan. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (17/3/2026), menyusul munculnya laporan mengenai rencana pengerahan pasukan internasional ke Gaza.

Menurut Nabyl, setiap keterlibatan Indonesia dalam misi stabilisasi internasional tetap berada di bawah kendali penuh pemerintah dan harus mengacu pada mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, partisipasi juga wajib selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, serta ketentuan hukum internasional.

Penegasan itu merespons pemberitaan media internasional yang menyebutkan adanya rencana penempatan pasukan multinasional di Gaza mulai Mei 2026. Dalam laporan tersebut, Indonesia disebut-sebut akan berkontribusi dengan ribuan personel bersama sejumlah negara lain dalam misi yang diinisiasi Amerika Serikat.

Rencana tersebut mencakup penempatan awal pasukan di wilayah Rafah, Gaza selatan, sebelum diperluas ke area lain. Pasukan internasional itu diproyeksikan menjadi bagian dari tahap lanjutan skema stabilisasi kawasan pascakonflik.

Namun, pemerintah Indonesia memastikan belum mengambil langkah konkret menuju keterlibatan dalam rencana tersebut. Sejak awal Maret 2026, pembahasan terkait Dewan Perdamaian telah dihentikan sementara.

Juru Bicara Kemlu lainnya, Yvonne Mewengkang, menyatakan penangguhan dilakukan setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada akhir Februari lalu.

Menurut Yvonne, fokus utama pemerintah saat ini adalah memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan serta menjamin perlindungan warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak.

Dengan keputusan ini, Indonesia untuk sementara tidak akan terlibat dalam rencana pengerahan pasukan internasional di Gaza hingga terdapat kejelasan mandat internasional dan kondisi yang dinilai aman serta sesuai dengan kepentingan nasional. (A58)

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.