MENU
Industri Tekstil Siaga Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Pasokan Pro...
WA FB
Nasional

Industri Tekstil Siaga Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Pasokan Produk Dalam Negeri Aman

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Mar 2026 | 15:13 WIB
Industri Tekstil Siaga Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Pasokan Produk Dalam Negeri Aman
Kementerian Perindustrian Agus Gumiwang (Dok. Kemenperin.go.id)

Jakarta, Sinata.id — Pemerintah memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional berada dalam kondisi siap menghadapi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Momentum musiman ini diprediksi kembali mendorong peningkatan konsumsi berbagai produk fesyen dan perlengkapan ibadah di pasar domestik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kapasitas industri dalam negeri saat ini cukup kuat untuk menjaga ketersediaan barang sekaligus stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Menurut Agus, kinerja sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil yang terus menunjukkan tren positif menjadi fondasi penting bagi pelaku industri untuk tetap menjaga pasokan dan kualitas produk.

“Kinerja sektor IKFT yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat bagi industri nasional dalam menjaga ketersediaan pasokan, kualitas produk, serta keterjangkauan harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran,” ujarnya, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Lonjakan kebutuhan pada periode Ramadan dan Idulfitri memang menjadi fenomena tahunan. Produk seperti busana muslim, sarung, mukena, hingga alas kaki biasanya mengalami peningkatan permintaan yang signifikan dibandingkan periode biasa. Karena itu, pelaku industri disebut telah menyiapkan kapasitas produksi sejak awal tahun untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Data pemerintah juga menunjukkan sektor ini masih memiliki kontribusi penting bagi ekonomi nasional. Sepanjang 2025, industri kimia, farmasi, dan tekstil mencatat pertumbuhan sekitar 5,11 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 3,87 persen. Angka tersebut menegaskan bahwa sektor TPT masih menjadi salah satu penggerak manufaktur domestik.

Selain menopang pertumbuhan industri, sektor tekstil juga dikenal sebagai industri padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja. Pemerintah pun terus melakukan pemantauan kapasitas produksi, penguatan pasokan bahan baku, serta koordinasi distribusi agar kebutuhan pasar domestik tetap terpenuhi selama periode konsumsi tinggi.

Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap momentum Ramadan tidak hanya meningkatkan aktivitas konsumsi, tetapi juga mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan produk tekstil buatan dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri nasional sekaligus memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di tengah persaingan global. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.