MENU
Inggris–Indonesia Sepakati Proyek Kapal Perusak Rp87 Triliun
WA FB
Nasional

Inggris–Indonesia Sepakati Proyek Kapal Perusak Rp87 Triliun

T Editor : Tumpal Pandapotan | 23 Nov 2025 | 22:09 WIB
Inggris–Indonesia Sepakati Proyek Kapal Perusak Rp87 Triliun
Inggris dan Indonesia menandatangani kerja sama maritim senilai Rp87 triliun, untuk pengadaan kapal perusak anti-kapal selam. ist

London, Sinata.id - Inggris dan Indonesia resmi menandatangani kerja sama maritim bernilai besar, yakni 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp87 triliun, untuk pengadaan kapal perusak anti-kapal selam.

Kesepakatan tersebut sekaligus menjamin sekitar 1.000 lapangan kerja di sektor industri kapal Inggris.

Pengumuman program bertajuk Maritime Partnership Programme (MPP) itu disampaikan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kepada Presiden Prabowo Subianto melalui sambungan telepon usai pertemuan G20.

Inisiatif ini menegaskan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas Indo-Pasifik, terutama terkait kebebasan navigasi dan tatanan internasional berbasis aturan.

Dalam kerja sama ini, Inggris dan Indonesia akan mengembangkan kemampuan maritim Indonesia, mulai dari kapal perang untuk TNI AL hingga lebih dari 1.000 kapal bagi armada penangkapan ikan.

Produksi kapal dilakukan di Indonesia dengan dukungan teknologi dan keahlian desain dari Inggris.

Sebagian besar pekerjaan di Inggris diprediksi terserap di fasilitas Babcock di Rosyth, disusul peran tambahan di Bristol dan galangan Devonport.

Di Indonesia, program ini akan mendorong investasi besar di sektor pembuatan kapal, memperkuat keamanan maritim, serta membantu meningkatkan ketahanan pangan melalui penguatan sektor perikanan.

Starmer menyebut kerja sama tersebut sebagai bentuk nyata manfaat kemitraan internasional bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan kedua negara.

Hubungan Jakarta–London di bidang maritim sebelumnya telah terbangun melalui kehadiran kelompok tempur kapal induk Inggris di Jakarta dan kunjungan HMS Spey.

Program MPP juga membuka peluang pelatihan bersama dan peningkatan interoperabilitas angkatan laut kedua negara.

Selain membangun kapal, proyek ini mencakup transfer teknologi, riset bersama, hingga pengembangan praktik pembuatan kapal berbasis otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Babcock berencana memperluas kolaborasi pendidikan antara lembaga Inggris dan Indonesia, khususnya di bidang desain kapal digital, teknik presisi, dan sistem angkatan laut. CEO Babcock, David Lockwood, menyatakan bahwa program ini akan menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan baik bagi Inggris maupun Indonesia.

Inisiatif ini turut didukung oleh Dana Planet Biru Inggris, yang berfokus pada perlindungan ekosistem laut dan pengentasan kemiskinan.

Melalui dana tersebut, kapal-kapal yang dikembangkan akan diarahkan pada pengelolaan perikanan berkelanjutan, konservasi laut, serta program ketahanan pesisir.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.