MENU
Ini Aksi Nyata Warga Karang Sari, Jembatan Rapuh dan Gang Becek Kini K...
WA FB
Simalungun

Ini Aksi Nyata Warga Karang Sari, Jembatan Rapuh dan Gang Becek Kini Kokoh

J Editor : Jansen Siahaan | 15 Feb 2026 | 10:34 WIB
Ini Aksi Nyata Warga Karang Sari, Jembatan Rapuh dan Gang Becek Kini Kokoh
Pangulu Karang Sari Yuda dan warga saat bergotong royong bersama. (istimewa)

Simalungun, Sinata.id – Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan warga Huta 7, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Secara swadaya, masyarakat bergotong royong memperbaiki jembatan dan melakukan pengecoran gang guna memperlancar akses transportasi serta meningkatkan kenyamanan lingkungan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangulu Karang Sari, Yuda. Ia turun bersama warga membawa peralatan dan material bangunan untuk mempercepat proses perbaikan. Langkah ini dilakukan karena kondisi jembatan sebelumnya dinilai mulai rapuh dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain itu, gang di Huta 7 kerap tergenang dan berlumpur saat musim hujan sehingga menyulitkan aktivitas warga.

Yuda menjelaskan, kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian dan kekompakan masyarakat dalam membangun nagori tanpa harus selalu menunggu bantuan pemerintah.

“Gotong royong adalah budaya yang harus terus kita jaga. Ketika melihat jembatan dan gang sudah tidak layak, warga sepakat untuk bergerak bersama. Seluruh proses dilakukan secara swadaya, baik tenaga maupun sebagian material,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, perbaikan jembatan sangat penting karena menjadi akses utama warga dalam beraktivitas, termasuk bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah. Sementara itu, pengecoran gang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan aman dilalui.

Sejak pagi hari, warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kaum bapak bahu-membahu mengaduk semen dan memasang rangka jembatan, sedangkan para pemuda membantu mengangkut serta mendistribusikan material bangunan.

Yuda berharap semangat kebersamaan ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Ia menegaskan, pembangunan berbasis swadaya tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Dengan kebersamaan, pekerjaan berat terasa lebih ringan. Ini bukan semata membangun jembatan dan gang, melainkan juga memperkuat rasa persaudaraan,” tambahnya.

Kini, jembatan dan gang di Huta 7 berangsur menjadi lebih kokoh dan layak digunakan. Warga optimistis perbaikan akses tersebut akan berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat setempat. (SN10)

 

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.