Dengan strategi gerilya di hutan-hutan Simalungun, Rondahaim memimpin pasukannya dalam Pertempuran Dolok Merawan (21 Oktober 1887) dan Pertempuran Bandar Padang (12 Oktober 1889). Dua pertempuran ini menjadi simbol keteguhan rakyat Simalungun dalam mempertahankan tanah air.
Meski Belanda berulang kali mencoba menaklukkan Kerajaan Raya, Rondahaim selalu berhasil memukul mundur pasukan kolonial. Catatan kolonial bahkan menyebutkan Belanda tidak pernah berhasil menundukkan wilayah Raya selama sang raja hidup.
Pengakuan Negara Setelah Satu Abad Lebih
Setelah lebih dari satu abad wafat, perjuangan Tuan Rondahaim akhirnya diakui negara.
Presiden Prabowo menandatangani Keputusan Presiden RI Nomor 116/TK/Tahun 2025, menetapkan Tuan Rondahaim sebagai Pahlawan Nasional pertama dari Simalungun.
Sebelumnya, almarhum juga telah menerima Bintang Jasa Utama dari Presiden B.J. Habibie pada 13 Desember 1999, sebagai pengakuan atas jasa dan kepemimpinannya yang luar biasa.
Bagi masyarakat Simalungun, momen ini bukan sekadar seremoni.
Jamesrin Garingging, Sekretaris Umum Ihutan Bolon Hasadaon Saragih Garingging, menyebut anugerah tersebut sebagai wujud doa panjang keluarga besar dan seluruh masyarakat Simalungun.
“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo dan semua pihak yang telah memperjuangkan pengakuan ini. Kini Rondahaim bukan hanya milik Simalungun, tapi milik seluruh Indonesia,” ujarnya.
Tokoh-Tokoh Lain Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2025
Selain Tuan Rondahaim, Presiden Prabowo juga menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sembilan tokoh lainnya:
-
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
-
Jenderal (Purn) HM Soeharto
-
Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
-
Marsinah
-
Mochtar Kusumaatmadja
-
Rahmah El Yunusiyyah
-
Sultan Muhammad Salahuddin
-
Syaikhona Muhammad Kholil
-
Sultan Zainal Abidin Syah
Kesepuluh nama ini, termasuk Rondahaim Saragih, menjadi simbol keberagaman perjuangan bangsa, dari ranah politik, sosial, hingga perlawanan bersenjata.
Jejak Abadi dari Tanah Raya
Rondahaim Saragih wafat pada Juli 1891. Namun, jejak perjuangannya terus hidup di Tanah Simalungun.
Pemerintah Kabupaten Simalungun bahkan menamai rumah sakit daerah dengan nama RSUD Tuan Rondahaim Saragih, sebagai penghormatan atas pengorbanannya.
Kini, setelah resmi menjadi Pahlawan Nasional, Pemkab Simalungun dan keluarga besar Garingging berencana membangun tugu peringatan dan Rumah Bolon sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan Rondahaim bagi generasi muda.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.