Perum Bulog juga berada di bawah kepemimpinan Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya.
Lulusan Akmil 1993 itu resmi menjabat Direktur Utama Bulog sejak Februari 2025, setelah sebelumnya berkarier sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI.
Tak hanya di level direksi, deretan purnawirawan dan perwira aktif TNI juga mengisi posisi komisaris di berbagai BUMN pertahanan dan industri strategis.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, misalnya, menjabat Komisaris Utama PT Pindad.
Di PT PAL Indonesia, posisi Komisaris Utama dipegang Laksamana TNI Muhammad Ali, sementara kursi Komisaris Independen ditempati Laksamana Muda TNI Tri Harsono.
Keduanya memiliki rekam jejak panjang di TNI Angkatan Laut.
Sektor dirgantara pun tak luput.
Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menjabat Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), didampingi Marsda TNI (Purn) Bonar Halomoan Hutagaol sebagai Wakil Komisaris Utama dan Marsda TNI (Purn) Oki Yanuar sebagai Komisaris.
Di industri aluminium, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Inalum.
Sementara PT Adhi Karya Tbk dipimpin di level komisaris utama oleh Mayor Jenderal TNI (Purn) Dody Usodo Hargo.
Adapun di sektor penerbangan nasional, Garuda Indonesia kini dipimpin Letnan Jenderal TNI (Purn) Glenny H. Kairupan sebagai Direktur Utama, hasil keputusan RUPSLB Oktober 2025.
Penunjukan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penguatan manajemen pascarestrukturisasi perusahaan.
Deretan penunjukan ini menandai babak baru peran purnawirawan TNI dalam mengelola aset strategis negara.
Pemerintah dan pemegang saham menilai latar belakang kepemimpinan, disiplin, serta pengalaman strategis menjadi modal penting dalam mendorong transformasi dan kinerja BUMN ke depan. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.