Sinata.id - Tragedi yang menimpa Evia Maria Mangolo (EMM) meninggalkan jejak pilu berupa sebuah surat tulisan tangan. Surat Evia Maria Mangolo itu kini menjadi kunci untuk memahami tekanan, ketakutan, dan trauma yang dialami mahasiswi Universitas Negeri Manado sebelum ia ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Surat tersebut ditulis Evia Maria Mangolo pada 16 Desember 2025 di Tomohon.
Menggunakan kertas bergaris dan tulisan tangan, EMM secara rinci menuangkan laporan dugaan pelecehan seksual yang disebut melibatkan seorang dosen berinisial DM di lingkungan Universitas Negeri Manado.
Surat itu ditujukan langsung kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP).
Di bagian awal, EMM mencantumkan identitas lengkapnya, mulai dari nama, nomor induk mahasiswa, program studi, fakultas, hingga nomor telepon dan alamat email.
“Dengan ini menyatakan bahwa saya mengajukan laporan terkait dengan tindak pelecehan yang dilakukan oleh nama terlapor (inisial DM),” tulis EMM mengawali pengaduannya, dikutip Rabu (31/12/2025).
Awal Kronologi: Pesan WhatsApp Siang Hari
Dalam surat tersebut, EMM menjelaskan peristiwa bermula pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 Wita.
Ia menerima pesan WhatsApp dari dosen DM yang menanyakan apakah dirinya bisa memijat.
EMM menuliskan bahwa ia menolak permintaan tersebut dan menegaskan dalam pikirannya bahwa hal itu bukan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.
Namun, komunikasi berlanjut dan dosen DM disebut meminta agar percakapan itu tidak diceritakan kepada siapa pun.
Saat itu, EMM berada di food court kampus bersama dua temannya. Ia memperlihatkan isi pesan tersebut kepada mereka.
Kedua temannya menyarankan agar EMM tidak menemui dosen DM. Namun, percakapan kemudian dialihkan ke urusan akademik terkait rekapan nilai.
Karena mengira ada keperluan administrasi yang perlu dibahas, EMM akhirnya memutuskan untuk menemui dosen DM di area parkiran kampus.
Perjalanan ke Mobil yang Membuat Korban Ketakutan
Sekitar pukul 14.20 Wita, sebelum menuju parkiran, EMM mengaktifkan fitur berbagi lokasi secara langsung di grup WhatsApp bersama teman-temannya.
Setibanya di lokasi, dosen DM meminta EMM naik ke mobilnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.