Tak hanya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut menyoroti rencana tersebut. Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah lebih berhati–hati, terutama karena parameter misi stabilisasi internasional belum sepenuhnya jelas.
Rencana ini muncul di tengah gelombang diplomasi internasional terkait Gaza, termasuk partisipasi Indonesia dalam Board of Peace dan pertemuan strategis para pemimpin dunia di Washington, D.C. Presiden Prabowo direncanakan menghadiri KTT perdana badan tersebut, yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Perhatian global semakin meningkat karena Indonesia merupakan salah satu negara Muslim berpenduduk terbesar di dunia yang aktif dalam misi perdamaian internasional, sebuah langkah yang dipandang memiliki dampak moral, politik, dan kemanusiaan yang signifikan. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.