MENU
Intervensi Harga Dimulai, Bulog Distribusikan Paket Beras dan Migor
WA FB
Nasional

Intervensi Harga Dimulai, Bulog Distribusikan Paket Beras dan Migor

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Feb 2026 | 17:34 WIB
Intervensi Harga Dimulai, Bulog Distribusikan Paket Beras dan Migor
Untuk mengendalikan harga, Bulog menyalurkan jutaan paket beras dan minyak goreng kepada masyarakat melalui program pangan nasional. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Pemerintah mengambil langkah besar dan strategis mengantisipasi gejolak harga pangan menjelang bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyalurkan lebih dari 33,2 juta paket beras dan minyak goreng kepada masyarakat luas, sebagai bagian dari upaya mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap dirasakan konsumen.

Keputusan ini dituangkan dalam surat penugasan pemerintah melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) periode Februari–Maret 2026, yang ditandatangani oleh Kepala Bapanas. Paket bantuan pangan tersebut dirancang untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menetralisir tekanan harga komoditas pangan utama saat permintaan meningkat tajam.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (17/2/2026), Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons pemerintah terhadap dinamika harga pangan nasional. “Penyediaan beras dan minyak goreng melalui paket bantuan adalah langkah nyata pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di saat kebutuhan pokok mulai meningkat, terutama menjelang Ramadan,” ujarnya.

Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima total 20 kg beras serta 4 liter minyak goreng, yang disalurkan sekaligus selama dua bulan (Februari–Maret), dengan anggaran yang hampir menyentuh Rp12 triliun.

Sumber data pemerintah menyatakan bahwa stok beras nasional yang dikelola Bulog hingga pertengahan Februari 2026 mencapai sekitar 3,53 juta ton, dengan mayoritas tersimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sementara stok minyak goreng yang tersedia juga cukup untuk memenuhi kebutuhan paket bantuan.

Strategi ini berlangsung di saat harga beberapa komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng masih menjadi perhatian publik, meskipun stok pangan dalam negeri relatif cukup. Pemerintah memang tengah giat melakukan market operation dan program serupa untuk menekan lonjakan harga di level konsumen.

Tidak bisa dipungkiri, tantangan terbesar adalah memastikan paket pangan ini benar-benar tersalur hingga ke lapisan paling bawah masyarakat tanpa hambatan logistik. Sementara itu, di pasar tradisional lokal, fluktuasi harga beras dan bahan pokok lain menunjukkan volatilitas yang masih tinggi, yang membutuhkan intervensi pasar efektif agar dampak sosial ekonomi tidak meluas. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.