Teheran, Sinata.id – Pemerintah Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyebut adanya diskusi “intens” antara Washington dan Teheran terkait konflik yang tengah berlangsung.
Melalui pernyataan resminya, Selasa (24/3/2026), otoritas Iran menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berjalan dengan AS. Bantahan ini muncul setelah Trump menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara dengan media AS.
Dalam wawancara yang dikutip CNBC, Trump bahkan menyebut situasi di Iran mengarah pada kemungkinan “perubahan rezim”. Pernyataan ini memicu spekulasi terkait dinamika besar di kawasan Timur Tengah.
Klaim Tanpa Rincian
Meski mengaku telah terjadi komunikasi intens, Trump tidak menjelaskan pihak-pihak yang terlibat maupun lokasi dan mekanisme pembicaraan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.
Di sisi lain, pemerintah Iran secara konsisten menepis klaim tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada dialog yang berlangsung selama konflik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa Teheran tidak melakukan negosiasi dengan Washington dalam beberapa pekan terakhir.
“Posisi Republik Islam Iran terkait Selat Hormuz dan syarat untuk mengakhiri perang tidak berubah,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Penundaan Serangan dan Upaya Diplomasi
Sebelumnya, melalui platform Truth Social, Trump mengumumkan telah menginstruksikan militer AS untuk menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Langkah ini disebut sebagai upaya membuka ruang bagi kemungkinan jalur diplomasi di tengah eskalasi konflik.
Trump juga sempat menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan militer. Namun, keputusan tersebut kemudian ditangguhkan.
Respons dan Ancaman Balasan Iran
Menanggapi ancaman tersebut, Iran menyatakan siap memberikan respons tegas terhadap setiap serangan. Pemerintah Iran juga memperingatkan akan menargetkan infrastruktur energi Israel serta negara-negara di kawasan yang terlibat dalam aksi militer terhadapnya.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut membantah adanya negosiasi dengan AS. Ia menyebut klaim tersebut sebagai informasi menyesatkan yang dapat memengaruhi pasar global.
Konflik Regional Kian Memanas
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.