MENU
Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Tanker Pertamina Segera Melintas Selat...
WA FB
Nasional

Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Tanker Pertamina Segera Melintas Selat Hormuz

J Editor : Jansen Siahaan | 28 Mar 2026 | 15:45 WIB
Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Tanker Pertamina Segera Melintas Selat Hormuz
Kapal tanker Pertamina. (pertamina)

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan bahwa Iran memberikan sinyal positif terkait izin melintas bagi kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz.

Saat ini, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah Iran guna memastikan keselamatan kedua kapal tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl di Jakarta, Jumat (27/3/2026), seperti dilansir Antara.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan waktu pasti kapan kedua kapal tanker tersebut dapat melintasi Selat Hormuz, karena masih terdapat sejumlah aspek teknis dan operasional yang harus diselesaikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan kondisi awak kapal dalam keadaan aman. Ia menyebut pihaknya bersama Kemlu tengah membahas langkah teknis agar kedua kapal dapat melintas dengan aman.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, kapal Pertamina Pride digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran terjadi setelah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ketegangan tersebut berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah kapal tanker memilih menahan diri untuk melintas karena faktor keamanan. Dampaknya, harga energi di beberapa negara mengalami kenaikan.

Meski demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa tertahannya dua kapal tanker Indonesia tidak mengganggu ketahanan energi nasional. Pemerintah disebut telah menyiapkan alternatif pasokan energi, termasuk dari AS.

Di sisi lain, Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mawengkang, menambahkan bahwa komunikasi antara KBRI Teheran dan pemerintah Iran menunjukkan perkembangan positif. Namun, masih terdapat sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.