MENU
Iran Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel
WA FB
Dunia

Iran Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel

R Editor : Redaksi Sinata | 15 Mar 2026 | 18:42 WIB
Iran Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel
Ilustrasi. (Ist)

Teheran, Sinata.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini bukan lagi sekadar konflik militer. Dampaknya mulai merambat ke jantung ekonomi dunia. Iran secara terbuka memperingatkan bahwa harga minyak global berpotensi melonjak ekstrem hingga menyentuh US$200 per barel jika perang di kawasan tersebut terus berlanjut.

Pernyataan keras itu muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran di satu sisi dengan Amerika Serikat dan Israel di sisi lain. Serangan militer, blokade jalur energi, hingga gangguan terhadap kapal tanker minyak membuat pasar energi global berada dalam kondisi sangat rapuh.

Juru bicara markas militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menyampaikan pesan yang cukup tajam kepada negara-negara Barat.

“Bersiaplah menghadapi minyak seharga US$200 per barel,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa stabilitas harga energi sangat bergantung pada keamanan kawasan yang menurutnya telah “dirusak” oleh serangan terhadap Iran.

Peringatan tersebut langsung mengguncang pasar energi dunia. Para analis menilai ancaman Iran bukan sekadar retorika politik, melainkan sinyal bahwa jalur pasokan energi global benar-benar berada di bawah tekanan serius.

Salah satu alasan utama mengapa ancaman Iran begitu ditakuti adalah Selat Hormuz. Jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman ini merupakan salah satu jalur energi paling vital di planet ini.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari melewati selat tersebut. Jika jalur ini terganggu, dampaknya bisa langsung terasa di seluruh pasar energi global.

Sejak konflik meningkat pada akhir Februari 2026, aktivitas pelayaran di wilayah ini mengalami gangguan besar. Banyak kapal tanker memilih berhenti berlayar atau menunggu di luar kawasan karena meningkatnya risiko serangan.

Laporan sejumlah otoritas maritim bahkan menyebutkan lebih dari 150 kapal terpaksa berlabuh di sekitar perairan Teluk Persia karena situasi keamanan yang memburuk.

Ketika jalur distribusi minyak tersendat, efeknya langsung terasa di pasar global.

Pasar energi sebenarnya sudah mulai merasakan dampak konflik ini. Harga minyak mentah global sempat melonjak menembus US$100 per barel, level yang terakhir terlihat sejak krisis energi besar sebelumnya.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.