MENU
Israel Kembali Gempur Gaza, Bantuan Kemanusiaan Dihentikan Usai Dua Te...
WA FB
Berita

Israel Kembali Gempur Gaza, Bantuan Kemanusiaan Dihentikan Usai Dua Tentara Tewas Disergap

R Editor : Redaksi Sinata | 20 Oct 2025 | 15:08 WIB
Israel Kembali Gempur Gaza, Bantuan Kemanusiaan Dihentikan Usai Dua Tentara Tewas Disergap
Israel kembali menggempur Jalur Gaza dan menghentikan bantuan kemanusiaan setelah dua tentaranya tewas diserang Hamas. (Ilustrasi)

Dalam bentrokan di Rafah, dua tentara Israel dilaporkan tewas dan dua lainnya luka berat setelah diserang menggunakan roket anti-tank dan senjata otomatis. Israel kemudian membalas dengan rentetan serangan udara hingga menewaskan sedikitnya lima orang di Gaza bagian utara.

Saling Tuduh dan Gencatan Senjata yang Runtuh

Di sisi lain, Hamas menegaskan masih mematuhi gencatan senjata dan menyalahkan kelompok pejuang yang “bertindak di luar koordinasi.” Pejabat Hamas, Ezzat Al-Risheq, menuding Israel berulang kali melanggar perjanjian dan mencari alasan untuk membenarkan agresi militernya.

“Israel terus menyalahi kesepakatan dan menciptakan dalih untuk kejahatan terhadap rakyat kami,” tulis Al-Risheq di kanal Telegram Hamas.

IDF kemudian mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka “kembali menegakkan aturan gencatan senjata” namun akan “merespons keras terhadap setiap pelanggaran.”

Sandera dan Ketegangan Politik

Meski semua sandera hidup telah dibebaskan, 16 jasad korban yang tewas dalam serangan 7 Oktober 2023 masih belum ditemukan. Hamas mengaku membutuhkan peralatan berat untuk mengevakuasi jasad-jasad tersebut dari reruntuhan. Namun, Israel menuding kelompok itu sengaja menunda proses pencarian sebagai taktik politik.

Israel bahkan memutuskan menutup terminal Rafah di perbatasan Mesir tanpa batas waktu. Akibatnya, pasokan kemanusiaan ke Gaza semakin terhambat. Pihak Palestina menegaskan bantuan yang masuk masih jauh dari cukup untuk menyelamatkan 2,3 juta penduduk yang kini hidup dalam krisis pangan dan kesehatan.

Peringatan dari Kabinet Netanyahu

Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, menegaskan bahwa perang belum berakhir.
“Jika Hamas menolak melucuti senjatanya setelah sandera dibebaskan, kami akan melanjutkan operasi militer penuh,” ujarnya kepada Army Radio.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut tengah mempersiapkan diri untuk kembali maju dalam pemilu 2026. Namun citranya tengah merosot akibat perang dua tahun yang menewaskan lebih dari 67 ribu warga Gaza dan 1.200 warga Israel sejak serangan 7 Oktober 2023.

Trump dan Rencana Perdamaian yang Retak

Donald Trump, yang sebelumnya mengklaim telah mengakhiri perang dua tahun itu lewat kesepakatan damai, kini kembali bersikap keras terhadap Hamas. Ia memperingatkan bahwa AS “tidak punya pilihan selain menyerang” jika Hamas terus melanggar kesepakatan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.