Selain itu, diplomasi luar negeri juga dinilai memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dengan sejumlah negara besar seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Inggris.
Dalam bidang keagamaan, Teddy menyebut penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar. Ia juga menyoroti langkah Arab Saudi yang memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memiliki kawasan perkampungan haji di wilayahnya.
Terkait isu Palestina, pemerintah mengklaim Indonesia berperan aktif melalui pengiriman bantuan kemanusiaan, kapal rumah sakit, serta program beasiswa bagi pelajar Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Istana juga mencontohkan keberhasilan diplomasi dalam memulangkan warga negara Indonesia yang sempat diamankan otoritas Israel di laut bebas melalui komunikasi intensif Kementerian Luar Negeri.
Menutup keterangannya, Teddy menegaskan bahwa penentuan agenda pertemuan Presiden dengan para kepala negara merupakan kewenangan Presiden dan Menteri Luar Negeri dengan mempertimbangkan prioritas nasional.
"Yang terpenting bagi kami adalah hasil konkret yang dirasakan Indonesia, baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan," tegasnya. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.