MENU
Jalan Nasional Sumut–Aceh Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Turun Ta...
WA FB
Regional

Jalan Nasional Sumut–Aceh Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

R Editor : Redaksi Sinata | 13 Oct 2025 | 20:17 WIB
Jalan Nasional Sumut–Aceh Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Jalan lintas nasional Sumut–Aceh rusak parah di Karo, Dairi, hingga Pakpak Bharat. Warga minta pemerintah segera turun tangan sebelum korban bertambah. (Sinata.id)

Belum lagi, di beberapa ruas jalan, aspal tampak retak dan terkelupas hingga menyisakan tanah merah berlumpur. Saat hujan turun, permukaan jalan berubah licin dan mengancam kendaraan kecil yang melintas. Tak sedikit pengendara motor yang terpaksa menepi menunggu reda, karena khawatir terperosok ke tepi jalan yang mulai terkikis.

Kondisi itu kini memantik kekhawatiran publik. Jalur lintas nasional ini bukan sekadar penghubung antarprovinsi, melainkan juga jalur ekonomi dan logistik utama yang menopang arus perdagangan antara Sumatera Utara dan Aceh.

Warga menilai lambannya perbaikan infrastruktur menjadi akar persoalan yang tak kunjung selesai. Sejumlah ruas jalan telah dibiarkan rusak selama bertahun-tahun tanpa pembenahan berarti. Ironisnya, di titik paling rawan justru belum ada pembatas besi atau marka pengaman.

“Kalau malam, gelap total. Tidak ada penerangan, tidak ada rambu. Hanya Tuhan yang tahu bisa selamat atau tidak,” ujar Hasugian lirih.

Harapan kini kembali tertuju kepada pemerintah. Masyarakat meminta agar Kementerian PUPR dan pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki dan memperkuat konstruksi jalan di wilayah Karo, Dairi, hingga Pakpak Bharat.

Peningkatan kualitas drainase, pembangunan pembatas jurang, dan sistem peringatan dini longsor menjadi tuntutan mendesak warga.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat di wilayah perbatasan menyerukan agar penanganan tidak lagi bersifat tambal sulam. Mereka menegaskan perlunya proyek rekonstruksi total agar jalur ini benar-benar layak dan aman dilalui.

“Jalan ini adalah urat nadi yang menghubungkan dua provinsi. Kalau terus dibiarkan rusak, sama saja kita membiarkan korban berikutnya jatuh,” tegas salah satu tokoh masyarakat Pakpak Bharat. [sn8]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.