Jakarta, Sinata.id – Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting dalam pengembangan karakter dan etos kerja. St. Jansen Hulman Sinamo, yang dikenal luas sebagai Guru Etos Indonesia, tutup usia pada Jumat, 16 Januari 2026, pukul 10.10 WIB, di RSKD Duren Sawit, Jakarta.
Almarhum lahir pada 2 Juli 1958. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, murid, serta masyarakat luas yang selama ini mengenal dan mengikuti pemikiran serta karya-karyanya di bidang etos kerja dan pembangunan karakter manusia.
Semasa hidup, Jansen H. Sinamo dikenal sebagai pemikir, pendidik, dan penulis yang konsisten menyuarakan pentingnya etos kerja berbasis moral, integritas, dan nilai kemanusiaan. Ia tidak sekadar mendorong kerja keras, tetapi menekankan bahwa kerja harus memiliki makna, tujuan, serta tanggung jawab sosial.
Salah satu karya yang paling dikenal publik adalah buku “Pasir Diubah Menjadi Mutiara”. Melalui buku tersebut, Jansen H. Sinamo menggambarkan manusia sebagai “pasir” yang kerap dianggap biasa, namun sesungguhnya memiliki potensi besar untuk menjadi “mutiara” melalui proses pembentukan karakter, disiplin, ketekunan, dan kesetiaan pada nilai-nilai kebajikan.
Sebagai Guru Etos Indonesia, almarhum dikenal dekat dengan berbagai kalangan, mulai dari profesional, pendidik, hingga masyarakat umum. Ia menyampaikan gagasan bukan dengan retorika berlebihan, melainkan melalui keteladanan hidup, konsistensi sikap, serta komitmen pada pengabdian.
Bagi banyak orang, Jansen H. Sinamo bukan sekadar motivator atau penulis, melainkan guru kehidupan. Nilai-nilai yang ia ajarkan terus hidup dalam karya, pemikiran, serta tindakan mereka yang pernah belajar dan bertumbuh melalui ajarannya.
Almarhum meninggalkan istri tercinta, Tri Handayani br. Bancin, serta dua orang anak, Imanda Priskila Sinamo dan Marco Antonio Carnegie Sinamo. Turut berduka cita menantu almarhum, Rahul Ishwardas Hemnani, beserta seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.
Pihak keluarga memohon doa dari seluruh kerabat dan sahabat agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan.
Dalam iman Kristen, wafatnya almarhum dipandang sebagai bagian dari perjalanan menuju kekekalan. Seperti tertulis dalam Mazmur 116:15, “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” Ayat ini menjadi penguatan rohani di tengah suasana duka.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.