MENU
Jatuh Cinta pada Istri Pamannya, Drama Cinta Oknum Sekdes Berujung Kem...
WA FB
News

Jatuh Cinta pada Istri Pamannya, Drama Cinta Oknum Sekdes Berujung Kematian

R Editor : Redaksi Sinata | 02 Jun 2025 | 02:29 WIB
Jatuh Cinta pada Istri Pamannya, Drama Cinta Oknum Sekdes Berujung Kematian
Polisi mengidentifikasi jasad Agus. (Ist)

Nardi sempat ragu. Ia punya banyak anak yang harus diberi makan. Tapi darah yang sama mengalir di tubuhnya, dan loyalitas keluarga menuntut harga mahal.

"Aku gelem mbantu kowe tapi ojo sampe nyebut jenengku (aku mau membantu, tapi jangan sebut nama saya)," ujar Nardi.
"Iyo tak tanggunge dewe... masalah mati uripe, aku sing mateni Agus (iya kutanggung sendiri, masalah hidup dan matinya, aku yang habisi Agus)." jawab Jano, tegas, dingin.

Mereka bertiga—Jano, Nardi, dan seorang pria bernama Ahmad—bertemu malam itu. Ahmad memberi informasi: besok pagi Agus akan datang ke kantor kecamatan, sekitar pukul 08.00 WIB.


Pagi Berdarah di Hargoretno

Esoknya, Jano meminjam mobil pikap L300 milik tetangganya, Totok. Katanya untuk angkut barang. Totok mengiyakan, tanpa tahu bahwa mobilnya akan jadi alat pembunuhan.

Di pinggir jalan Dusun Bawi, Jano menunggu. Nardi sudah bersiaga di lokasi berbeda. Tak lama, bayangan Agus muncul: mengendarai motor Kawasaki KLX kuning-hitam, mengenakan pakaian dinas. Tak sadar, ia menuju akhir hidupnya.

Brak! Mobil pikap menghantam tubuh Agus. Dia terpental, terseret 50 meter. Tapi belum tewas. Dengan parang terhunus dan kepala tertutup, Jano turun. Agus lari, berusaha menyelamatkan diri ke ladang. Di sanalah Nardi menghadang, memukulnya dengan kayu. Agus jatuh, dan saat itulah—di tengah ladang yang sunyi—Jano menebaskan parang berkali-kali. Tubuh Agus bersimbah darah.

Lalu mereka kabur, meninggalkan jasad berdarah yang masih mengenakan seragam kerjanya. Pikap dibiarkan begitu saja di pinggir jalan, namun menjadi saksi keji.

Akhir Pelarian, Sidang, dan Vonis

Sore harinya, Jano menyerahkan diri ke Polsek Grabakan. Parang pembunuh dibungkus dengan pelepah pisang. Dua minggu kemudian, Nardi juga menyerahkan diri—dengan diantar keluarga dan perangkat desa.

Motifnya? Satu kata: asmara.

Kapolres Tuban, AKBP Suryono, mengungkap fakta mengejutkan: “Iya, karena diduga istrinya diselingkuhi korban.”

Hubungan terlarang itu tak lagi bisa ditutupi ketika Ririn sendiri bersaksi di pengadilan. Ia mengakui berselingkuh dengan Agus, bahkan mengaku telah melakukan hubungan badan sebanyak lima kali saat Jano bekerja di luar kota.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.