Jakarta, Sinata.id - Momentum Hari Raya Idulfitri yang hanya menghitung hari mendorong masyarakat untuk kembali fokus pada kondisi fisik, khususnya lingkar perut yang cenderung membesar.
Di balik tuntutan estetika saat bersilaturahmi, pengecilan perut ternyata menyangkut aspek medis krusial: akumulasi lemak visceral yang menjadi pemicu utama berbagai penyakit kronis.
Dokter dan ahli gizi menegaskan bahwa lemak di area perut tidak sama dengan lemak di bagian tubuh lain. Timbunan lemak yang terletak jauh di dalam rongga perut dan menyelubungi organ dalam, seperti hati dan pankreas, dikenal sebagai lemak visceral.
Jenis lemak ini bersifat aktif secara metabolik dan melepaskan zat-zat yang dapat memicu resistensi insulin serta peradangan sistemik, sehingga secara signifikan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan gangguan metabolisme lainnya.
"Lemak visceral adalah faktor risiko independen terhadap penyakit kardiovaskular. Menguranginya bukan soal penampilan semata, melainkan intervensi kesehatan yang esensial," ujar praktisi kesehatan dalam sebuah pernyataan.
Untuk membantu masyarakat menargetkan lemak membandel ini, para ahli merangkum sembilan strategi berbasis bukti ilmiah yang dapat diadopsi secara bertahap. Pertama, perbanyak konsumsi serat larut.
Sebuah penelitian yang dikutip dari Healthline menunjukkan bahwa setiap peningkatan asupan serat larut sebanyak 10 gram per hari berkorelasi dengan penurunan penambahan lemak perut hingga 3,7 persen dalam kurun waktu lima tahun.
Serat ini bekerja dengan memperlambat pencernaan dan menekan nafsu makan. Sumbernya meliputi oat, kacang-kacangan, serta buah dan sayur.
Kedua, eliminasi lemak trans. Lemak buatan yang kerap ditemukan pada makanan olahan dan kemasan ini terbukti memicu peradangan dan resistensi insulin, yang secara langsung mendorong penumpukan lemak di area perut.
Masyarakat diimbau untuk mencermati label komposisi dan menghindari produk yang mengandung "minyak terhidrogenasi sebagian".
Ketiga, optimalkan asupan protein. Nutrisi ini berperan penting dalam manajemen berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, serta mempertahankan massa otot selama proses penurunan lemak.
Sumber protein tanpa lemak seperti ikan, telur, dan daging tanpa lemak direkomendasikan untuk dikonsumsi di setiap waktu makan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.