MENU
Jembatan Utama Runtuh, Warga Tenge Besi Bertaruh Nyawa Setiap Hari di...
WA FB
Regional

Jembatan Utama Runtuh, Warga Tenge Besi Bertaruh Nyawa Setiap Hari di Jembatan Darurat

R Editor : Redaksi Sinata | 18 Dec 2025 | 17:05 WIB
Jembatan Utama Runtuh, Warga Tenge Besi Bertaruh Nyawa Setiap Hari di Jembatan Darurat
Pasca banjir bandang di Bener Meriah, warga Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, terpaksa melintasi jembatan darurat dari papan dan tali sebagai satu-satunya akses. (Ist)

Sinata.id - Pasca banjir bandang yang menghancurkan jembatan utama, kehidupan warga Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, berubah drastis. Setiap hari, warga terpaksa menantang bahaya demi tetap bisa menjalani aktivitas dasar.

Satu-satunya akses yang tersisa kini hanyalah jembatan darurat sepanjang sekitar 20 meter.

Jembatan itu dirakit seadanya dari susunan papan dan kayu berukuran sempit, diikat menggunakan tali, dan membentang di atas aliran sungai yang sebelumnya memutus jalur penghubung utama kawasan tersebut.

Pemandangan warga berjalan satu per satu di atas papan licin menjadi rutinitas yang tak terelakkan.

Risiko terpeleset dan jatuh mengintai setiap langkah, namun kebutuhan hidup memaksa mereka tetap melintas, mulai dari mencari bahan pangan hingga mengurus keperluan ekonomi keluarga.

Kondisi ini mencerminkan rapuhnya infrastruktur yang kini harus ditanggung masyarakat setempat.

Di tengah keterbatasan, warga bergotong royong mengumpulkan material yang tersedia, seperti kayu, papan bekas, dan tali, demi menciptakan jalur darurat agar desa mereka tidak sepenuhnya terisolasi.

Tokoh masyarakat Tenge Besi, Bukhori, menegaskan bahwa keberadaan jembatan darurat tersebut sangat krusial bagi kelangsungan hidup warga.

Menurutnya, tanpa akses itu, roda perekonomian dan mobilitas masyarakat akan lumpuh total.

“Ini satu-satunya harapan kami untuk tetap bisa beraktivitas. Jembatan ini menjadi penghubung bagi warga untuk transportasi dan kebutuhan ekonomi sehari-hari,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Meski menjadi solusi sementara, jembatan darurat tersebut jauh dari kata aman.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan kokoh, agar risiko kecelakaan tidak terus mengintai.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana pembangunan jembatan permanen di wilayah Tenge Besi, Bener Meriah.

Warga pun masih harus bersabar, sembari mempertaruhkan keselamatan setiap kali menyeberang.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.