MENU
Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Dikawal hingga Jawa Tengah
WA FB
Regional

Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Dikawal hingga Jawa Tengah

T Editor : Tigor Munthe | 09 May 2026 | 19:03 WIB
Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Dikawal hingga Jawa Tengah
Korban kecelakaan bus ALS dibawa ke Jawa Tengah. (Foto: Humas Polri)

Musi Rawas Utara, Sinata.id  – Polda Sumatera Selatan menunjukkan kepedulian terhadap korban kecelakaan lalu lintas antara bus ALS dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Salah satu korban yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit sejak insiden pada 6 Mei 2026, akhirnya meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026).

Korban diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Almarhum mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum menghembuskan napas terakhir.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah diberangkatkan dari RSUD Rupit menuju Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk proses pemulasaran jenazah.

Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 18.35 WIB, jenazah dimandikan dan dimasukkan ke dalam peti sebelum selanjutnya dibawa menuju RS Bhayangkara Polda Sumsel guna melengkapi administrasi dan dokumen yang diperlukan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Palembang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Proses pengawalan dilakukan secara estafet oleh jajaran Satlantas di wilayah yang dilintasi, mulai dari Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, Prabumulih hingga tiba di Palembang.

Kapolres Musi Rawas Utara Rendy Surya Aditama menyampaikan belasungkawa atas wafatnya korban.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Muhamad Tahrul Hubaidi. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan menghadapi musibah ini,” ujarnya dikutip Sabtu (9/5/2026).

Rendy menambahkan, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sesuai permintaan keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu'min Wijaya mengatakan pengawalan dan pendampingan tersebut merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat.

“Polda Sumsel bersama jajaran berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga korban, mulai dari penanganan medis, proses administrasi hingga pengawalan pemulangan jenazah ke daerah asal,” kata Nandang.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam pengawalan estafet lintas wilayah sehingga proses pemulangan jenazah berjalan aman dan lancar.

Peristiwa kecelakaan maut tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas serta perlunya respons cepat dalam penanganan korban kecelakaan. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.