“Respons cepat terhadap permasalahan di lapangan menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Sementara itu, BMKG juga terus memperkuat sistem pemantauan cuaca maritim secara berkelanjutan. Parameter yang dipantau meliputi tinggi gelombang, kecepatan arus, serta kecepatan angin yang berpotensi memengaruhi stabilitas kapal.
Untuk meningkatkan akurasi, BMKG telah memasang perangkat monitoring cuaca otomatis di sejumlah kapal. Data tersebut terintegrasi langsung dengan sistem informasi KSOP sebagai panduan operasional dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem.
“Kami terus bersiaga memantau kondisi maritim. Sejumlah kapal telah dilengkapi alat pemantau cuaca untuk memastikan keselamatan selama perjalanan,” tegas Faisal.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi berupa peningkatan diskon tiket kapal dari 20 persen menjadi 30 persen guna mendukung kelancaran arus mudik.
Faisal menegaskan bahwa peran BMKG tidak hanya terbatas pada penyedia informasi cuaca, tetapi juga sebagai pendukung pembangunan nasional. Data BMKG menjadi fondasi strategis bagi keselamatan transportasi, penentuan musim tanam, hingga penguatan ketahanan air nasional.
Melalui penguatan sistem observasi dan integrasi data di jalur strategis seperti Soekarno-Hatta dan Tanjung Priok, BMKG berkomitmen mendukung arahan Presiden agar mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat. (bmkg/A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.