MENU
Kabar Gembira, Inggris Berikan 10.000 Bea Siswa untuk Mahasiswa Indone...
WA FB
Nasional

Kabar Gembira, Inggris Berikan 10.000 Bea Siswa untuk Mahasiswa Indonesia

R Editor : Redaksi Sinata | 30 Dec 2025 | 22:21 WIB
Kabar Gembira, Inggris Berikan 10.000 Bea Siswa untuk Mahasiswa Indonesia
1767106311260

Jakarta, Sinata.id - Kabar gembira datang bagi dunia pendidikan Indonesia. Pemerintah Inggris secara resmi membuka pintu lebar bagi 10.000 talenta muda Indonesia untuk menempuh studi di sana.

Langkah besar ini merupakan tindak lanjut konkret dari janji Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan virtual November lalu.

​Untuk merealisasikan komitmen besar tersebut, para petinggi negeri bergerak cepat.

Pada Selasa (30/12/2025), Menko PMK Pratikno, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, dan Plt. Dirut LPDP Sudarto berkumpul untuk merumuskan strategi matang agar program ini tepat sasaran.

​Strategi Bertahap demi Kualitas ​Mendikti Saintek, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa angka 10.000 bukan sekadar statistik, melainkan tanggung jawab besar. Agar kualitas tetap terjaga, pengiriman mahasiswa akan dilakukan secara bertahap.

​Target: 2.000 hingga 2.500 mahasiswa per tahun. ​Tujuan: Memastikan kesiapan anggaran, pendampingan mahasiswa, serta kualitas universitas tujuan tetap di level tertinggi.

​"Kami ingin skema ini realistis dan berkelanjutan. Bukan sekadar mengirim orang, tapi menjaga ekosistem pendidikan kita tetap tumbuh," ujar Brian.

​Bukan Sekadar Kuliah di Luar Negeri ​Program ini dirancang lebih dari sekadar pemberian biaya sekolah. Pemerintah tengah menggodok berbagai opsi inovatif, seperti:

​Program Joint Degree: Kolaborasi kurikulum antara kampus Indonesia dan Inggris. ​Pemanfaatan Kampus Lokal: Menjadikan universitas dalam negeri sebagai basis pembelajaran awal. ​Transformasi SDM: Menciptakan lulusan yang mampu membangun riset dan inovasi nasional dalam satu dekade ke depan.

​Menko PMK Pratikno menekankan bahwa beasiswa ini adalah instrumen transformasi.

"Kita tidak hanya mengirim orang belajar, kita sedang membangun pondasi kemajuan Indonesia 5-10 tahun mendatang," katanya.

​Keberlanjutan Dana Tanpa Bebankan APBN ​Terkait pendanaan, LPDP telah melakukan simulasi mendalam untuk memastikan program ini tidak mengganggu beasiswa yang sudah ada.

Plt. Dirut LPDP, Sudarto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjajaki skema co-funding dan kolaborasi internasional.

​Dengan model pendanaan bersama ini, beban tidak akan sepenuhnya bertumpu pada kas negara (APBN), sekaligus memperluas jaringan kerja sama global bagi lulusan Indonesia. []

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.