MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Karhutla dan Angin Kencang Dominasi Bencana Awal Juni, BNPB: Waspadala...
WA FB
Nasional

Karhutla dan Angin Kencang Dominasi Bencana Awal Juni, BNPB: Waspadalah

T Editor : Tigor Munthe | 01 Jun 2026 | 14:14 WIB
Karhutla dan Angin Kencang Dominasi Bencana Awal Juni, BNPB: Waspadalah
IMG-20260601-WA0060

JAKARTA, Sinata.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak Minggu (31/5) hingga Senin (1/6) pukul 07.00 WIB.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem berupa angin kencang masih menjadi bencana yang paling banyak terjadi pada awal Juni 2026.

Di Provinsi Aceh, karhutla melanda beberapa kabupaten.

Di Kabupaten Aceh Tengah, kebakaran terjadi pada Sabtu (30/5/2026) dan menghanguskan sekitar tiga hektare lahan di wilayah Gampong Kala Ketol, Kecamatan Ketol, Gampong Pendere Saril, Kecamatan Bebesen, serta Gampong Pukes, Kecamatan Kebayakan. Berkat upaya petugas gabungan, api berhasil dipadamkan pada Minggu (31/5/2026).

Sementara itu, karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat pada Minggu (31/5/2026).

Kebakaran melanda lahan di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon.

Tim gabungan BPBD bersama unsur terkait masih terus berupaya memadamkan api yang telah membakar sekitar dua hektare lahan.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Nagan Raya. Kebakaran terpantau di Gampong Kayee Uneo, Kecamatan Darul Makmur, dan Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 17 hektare lahan telah terbakar.

BPBD bersama tim gabungan mengerahkan dua unit mesin pompa air untuk memadamkan api.

Hingga kini proses pemadaman masih berlangsung karena cuaca panas dan angin kencang berpotensi memperluas area kebakaran.

Selain karhutla, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang juga melanda Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) malam itu berdampak pada tiga kecamatan, yakni Perbaungan, Serbajadi, dan Tebing Tinggi.

Sedikitnya 14 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan angin kencang.

Menanggapi berbagai kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Masyarakat diimbau memangkas dahan pohon yang rimbun, memperkuat struktur atap rumah, serta membersihkan saluran air guna mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem.

BNPB juga meminta masyarakat untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari lembaga resmi agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal ketika potensi bencana meningkat. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.