MENU
Kasih Bapa yang Tak Pernah Luntur
WA FB
Religi

Kasih Bapa yang Tak Pernah Luntur

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Sep 2025 | 20:35 WIB
Kasih Bapa yang Tak Pernah Luntur
Pdt. Elson Lingga, M.Th

Oleh: Pdt. Elson Lingga, M.Th , disampaikan di GKPPD Pematangsiantar Lukas 15:11–32

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Perumpamaan Anak yang Hilang bukan sekadar kisah keluarga, melainkan gambaran hubungan kita dengan Allah. Di dalamnya kita menemukan pesan besar tentang dosa, pertobatan, pengampunan, dan kasih Bapa yang tak pernah luntur.

1. Anak Bungsu: Gambaran Manusia yang Hilang

Anak bungsu melambangkan orang yang menjauh dari Allah, memilih kesenangan dunia, lalu jatuh dalam kehancuran. Namun ketika ia sadar dan pulang, ayahnya menyambut dengan kasih.

Pelajaran: Sejauh apa pun kita tersesat, pintu pertobatan selalu terbuka.

2. Sang Ayah: Kasih Allah yang Menanti

Ayah dalam perumpamaan ini berlari, memeluk, dan merayakan kepulangan anaknya. Tidak ada penghakiman, hanya pelukan kasih.

Pelajaran: Allah tidak menghitung dosa kita, tetapi menanti kita kembali.

3. Anak Sulung: Gambaran Hati yang Keras

Anak sulung merasa lebih layak, iri hati, dan sulit mengerti kasih ayahnya. Ia melambangkan orang yang rajin beribadah tetapi hatinya penuh kepahitan.

Pelajaran: Kesetiaan tanpa kasih hanyalah rutinitas yang hampa.

4. Ilustrasi Kehidupan Nyata

Ada seorang anak muda yang kabur dari rumah, hidup bebas di kota besar. Uang habis, teman meninggalkan, hidupnya berantakan. Dalam keadaan itu ia pulang dengan rasa malu, berharap hanya jadi pekerja. Namun ayahnya berlari, memeluk, dan berkata: “Anakku, rumah ini selalu terbuka bagimu.”

Saudara, begitulah Allah menyambut kita. Kasih-Nya jauh lebih besar daripada rasa malu dan dosa kita.

5. Relevansi Bagi Kehidupan Saat Ini

Banyak orang hidup seperti anak bungsu: mengejar harta, kesenangan, dan melupakan Tuhan.

* Ada yang seperti anak sulung: rajin ke gereja tetapi hatinya iri dan menghakimi. * Firman ini menegaskan: semua orang butuh kasih karunia Allah. Jalan pulang selalu terbuka.

6. Aplikasi Praktis: Bagaimana Kita Melaksanakan Firman Ini?

a. Kembali kepada Tuhan setiap hari * Melalui doa pribadi, pembacaan firman, dan ibadah, kita pulang kepada Bapa. * Tidak perlu menunggu jatuh dalam dosa besar; setiap hari kita butuh kasih karunia-Nya.

b. Belajar mengampuni * Jangan jadi seperti anak sulung. Jika ada saudara yang bersalah lalu bertobat, sambutlah dengan kasih, bukan penghakiman. * Ingat: kita pun hidup dari pengampunan Allah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.