c. Hiduplah dengan hati yang bersyukur * Jangan iri ketika orang lain diberkati. Belajar melihat kasih Allah dalam hidup kita sendiri. * Syukur akan membuka pintu sukacita sejati.
d. Jangan malu untuk pulang * Mungkin ada jemaat yang merasa terlalu jauh dari Tuhan, terlalu kotor oleh dosa. Ingat: Bapa tidak menutup pintu. * Pertobatan adalah awal dari pesta rohani.
e. Upah Bagi yang Melaksanakan Firman Ini * Pengampunan & pemulihan hidup. * Sukacita sejati yang tidak tergantung pada keadaan. * Berkat rohani berupa hati yang tenang, damai, dan penuh kasih. * Hidup kekal sebagai anak-anak Allah di Kerajaan Surga.
Saudara-saudara, kasih Bapa tidak pernah luntur. Baik kita seperti anak bungsu yang jatuh, maupun anak sulung yang keras hati, Allah tetap menanti kita untuk pulang.
Mari kita buka hati, bertobat, bersyukur, mengampuni, dan hidup dalam kasih Allah.
“Saudara-saudara, perumpamaan Anak yang Hilang menegaskan satu hal penting: kasih Allah lebih besar daripada dosa kita, dan pintu pertobatan selalu terbuka. Jangan malu untuk pulang, karena Bapa selalu menanti dengan tangan terbuka. Pulanglah hari ini, dan nikmati sukacita hidup sebagai anak-anak Allah. Amin.” (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.