Simalungun, Sinata.id - Sekira 3 bulan lalu, terjadi kecelakaan lalulintas di Jalan Lintas Km 59,5 - 60, Sosor Pea, Nagori (Desa) Sipanganbolon, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Kecelakaan menyebabkan 3 korban tewas, dan 1 kritis. Korban tewas merupakan suami dan anak dari korban kritis saat itu, Sarah Magdalena Sirait.
Peristiwa itu, saat ini sedang diproses secara hukum. Seperti kemarin, Jumat 11 September 2025, Pengadilan Negeri (PN) Simalungun mengelar sidang perkara tersebut, dengan terdakwa, Engetmo Imanuel Solin.
Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Surtiyono SH, MH bersama Hakim Anggota Mira Herawati SH dan Agnes Monica SH. Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada perkara ini, Barry Sugiarto SH. Sidang digelar daring (dalam jaringan/online).
Dalam dakwaannya, JPU, Barry Sugiarto dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun menyebut, 14 Juni 2025, terdakwa Engetmo mengendarai mobil dinas plat merah melintas dari arah Kabupaten Toba, menuju arah Kota Pematangsiantar.
Saat itu, berada di dalam mobil Avanza Veloz BK 1373 J, selain terdakwa Engetmo sebagai supir, juga ada Kepala UPT Samsat Dolok Sanggul Tina Melinda Sinamo.
Hari itu, sekira pukul 16.00 WIB, mobil dinas yang dikemudikan terdakwa bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendalikan Doni Elfando (30 tahun).
Ketika tabrakan terjadi, Doni Elfando membonceng istrinya Sarah Magdalena Sirait, serta dua anak mereka yang masih berusia 3 tahun dan 2 tahun.
Akibat tabrakan, Doni Elfando beserta dua anaknya meninggal. Sedangkan Magdalena, kritis. Dimana, tengkorak kepala retak, tulang belakang serta paha kiri, patah. Setelah tabrakan, korban Magdalena sempat alami "koma" selama 7 hari. Saat ini kondisinya lumpuh.
Dengan kondisi lumpuh, Magdalena ikuti sidang yang digelar PN Simalungun secara online, kemarin. Ia diminta keterangannya sebagai saksi korban.
Di persidangan, Magdalena mengatakan, sejak kecelakaan terjadi, hingga saat ini, keluarga terdakwa, serta atasan dari terdakwa (Tina Melinda Sinamo) tidak pernah meminta maaf atas peristiwa yang merenggut nyawa suami dan dua anaknya.
Katanya, menyampaikan ungkapan belasungkawa, dan melakukan upaya perdamaian terhadap dirinya (Magdalena), juga tidak dilakukan. Bahkan, membesuk dirinya yang terbaring selama 14 hari di rumah sakit, juga tidak.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.