MENU
Kasus Pengeroyokan Belum Tuntas, Ibu 57 Tahun Ditinggal Kasat Reskrim...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Kasus Pengeroyokan Belum Tuntas, Ibu 57 Tahun Ditinggal Kasat Reskrim Siantar

T Editor : Tumpal Pandapotan | 16 Jan 2026 | 17:50 WIB
Kasus Pengeroyokan Belum Tuntas, Ibu 57 Tahun Ditinggal Kasat Reskrim Siantar
Tupiati.

Pematangsiantar, Sinata.id - Penanganan kasus pengeroyokan yang dilaporkan ibu bernama Tupiati di Polres Pematangsiantar menyita perhatian publik lantaran kasus tak kunjung tuntas ditangani kepolisian memasuki tahun kedua pasca laporan polisi dibuat.

Terlebih lagi, korban berumur 57 tahun itu agaknya harus menanggung kekecewaan mendalam kala bertemu Kasat Reskrim AKP Sandi Riz Akbar. Tupiati ditinggal begitu saja oleh Kasat saat menanyai penanganan kasus yang mandek.

Kronologi berawal kala Tupiati dan Sandi bertemu di depan ruang Unit Jatanras, Kamis (15/1/2026). Dalam pertemuan itu, Sandi mengakui laporan korban sudah lama dibuat atau sebelum dirinya menjabat.

Dia mengatakan telah menjadwalkan gelar perkara untuk laporan Tupiati pada Selasa (20/1/2026). Dia lalu meminta Tupiati sabar karena pihaknya sedang menangani kasus.

“(laporan) ini kan sudah lama, ini mau digelar, ini saya buka lagi LP (Laporan) nya, sabar Bu, namanya gelar, gelar itu Selasa dan Kamis,” ujarnya.

Kasat menyampaikan alasan lamanya proses penyidikan kasus dialami Tupiati disebabkan oleh pergantian penyidik sebelumnya yang sedang menempuh pendidikan.

“Kan penyidik ganti, sekolah. Ini kan aduan saya lanjutkan lagi, supaya perkaranya tidak berhenti. Kan Kasatnya bukan saya (saat laporan dibuat). Saya jadi Kasat, kasusnya yang mandek-mandek saya majukan semua,” ujarnya.

Namun, suasana berubah menjadi sedikit tegang saat Sandi menanyakan latar belakang suku Tupiati di tengah penjelasannya. “Sebentar dulu, sabar dulu kalau saya ngomong. Ibu orang Jawa kan? Sama Bu, saya juga orang Jawa,” kata Sandi.

Alih-alih menanggapi pertanyaan, Tupiati tetap berusaha menyampaikan kronologi pengeroyokan yang dialaminya. Respons itu justru diakhiri dengan sikap Kasat Reskrim yang tampak kesal terhadap korban.

“Kok susah kali Ibu,” ucap Sandi lalu meninggalkan Tupiati dan sejumlah jurnalis yang turut ada di lokasi.

Tupiati Tolak Damai

Kepada wartawan, Tupiati mengungkapkan keluarga dari pihak terlapor pernah mendatanginya usai kejadian, namun ia menolak berdamai di luar proses hukum. Dia tidak menjelaskan alasan menolak perdamaian.

“Suaminya pernah datang ke rumah kami untuk meminta maaf. Saya bilang, jangan di sini, di kantor polisi saja kita ketemu,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.