Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th KEKUDUSAN ADALAH DASAR PERSEKUTUAN DAN PENYEMBAHAN ORANG PERCAYA.
Kekudusan bukanlah sekadar pilihan hidup bagi orang percaya, melainkan fondasi mutlak yang memungkinkan terjadinya persekutuan yang intim dengan Allah dan penyembahan yang berkenan. Tanpa kekudusan, hubungan kita dengan Tuhan akan terhambat oleh dosa.
Berikut adalah penjelasan mengenai peran kekudusan dalam persekutuan dan penyembahan:
1. Kekudusan: Syarat Masuk ke Hadirat Allah
Allah adalah Pribadi yang Maha Kudus. Karena sifat-Nya ini, kegelapan (dosa) tidak dapat bersatu dengan terang (kekudusan-Nya). Kekudusan adalah "tiket masuk" bagi siapa saja yang ingin mendekat kepada-Nya.
Firman Tuhan: "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya..." (Mazmur 24:3-4).
Makna: Penyembahan yang sejati dimulai dengan hati yang dimurnikan melalui pertobatan. Tanpa tangan yang bersih (perbuatan) dan hati yang murni (motivasi), penyembahan kita hanya menjadi ritual kosong.
2. Kekudusan sebagai Dasar Persekutuan (Koinonia)
Persekutuan kita dengan Allah dan sesama orang percaya didasarkan pada kesamaan sifat, yaitu kekudusan. Jika kita hidup dalam dosa namun mengaku bersekutu dengan Allah, kita sedang membohongi diri sendiri.
Firman Tuhan: "Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran."
(1 Yohanes 1:6).
Makna : Kekudusan menjaga saluran komunikasi antara kita dan Tuhan tetap terbuka. Persekutuan (fellowship) menuntut keselarasan gaya hidup dengan kehendak Allah.
3. Kekudusan sebagai Bentuk Penyembahan yang Sejati
Banyak orang mengira penyembahan hanya terjadi saat bernyanyi di gereja. Namun, menurut Alkitab, penyembahan yang paling hakiki adalah mempersembahkan seluruh hidup kita sebagai kurban yang kudus.
Firman Tuhan: "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."
(Roma 12:1).
Makna: Tubuh dan perilaku kita sehari-hari adalah instrumen penyembahan. Kekudusan dalam moralitas, tutur kata, dan pikiran adalah lagu pujian yang paling merdu bagi Tuhan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.